Breaking News:

Perjalanan Nadiem Makarim dari CEO Gojek ke Mendikbud, Lahir di Singapura dan Alumni Harvard

Intip perjalanan panjang Nadiem Makarim dari CEO Gojek kini menjadi Mendikbud, lahir di Singapura dan banyak belajar di luar termasuk Harvard!

Editor: Talitha Desena
GOJEK Indonesia dan ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Perjalanan Nadiem Makarim dari CEO Gojek ke Mendikbud 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nadiem Makarim jadi sorotan setelah menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sosok Nadiem Makarim sendiri dikenal sebagai CEO Gojek Indonesia.

Ternyata Nadiem Makarim memiliki perjalanan panjang dari sekolah di luar termasuk Universitas Harvard.

Intip perjalanan panjang Nadiem Makarim dari CEO Gojek kini menjadi Mendikbud, lahir di Singapura dan banyak belajar di luar negeri termasuk Harvard!

Nama Nadiem Makarim menjadi sorotan masyarakat setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem Makarim Masuk Kabinet Jokowi menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan / Mendikbud.
Nadiem Makarim Masuk Kabinet Jokowi menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan / Mendikbud. (Kolase TribunNewsmaker.com - Instagram @nadiemmakarimofficial dan KOMPAS/Wahyu Putro)

Sebelumnya, Nadiem Makarim hadir di Istana Negara setelah dipanggil oleh Presiden Jokowi pada 21 Oktober 2019 lalu.

Sosok Nadiem Makarim sendiri identik dengan pendiri dan CEO Gojek Indonesia.

Gojek yang didirikannya telah berstatus dedacorn serta memberi lapangan kerja bagi sekitar 2 juta penduduk Indonesia.

Nadiem Makarim pun telah mengundurkan diri dari jabatan di Gojek untuk mengabdi sebagai Menteri.

Dirinya diperkenalkan oleh Presiden Jokowi sebagai jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju masa jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Rabu 23 Oktober 2019.

Nadiem Makarim diumumkan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Selain karena sosoknya yang lekat dengan perusahaan startup Gojek, Nadiem Makarim juga menjadi menteri termuda di kabinet ini.

Nadiem Makarim sendiri memang dikenal sebagai pengusaha.

Namun, latar belakang keluarganya jauh dari ranah bisnis.

Pria kelahiran Singapura, 4 April 1984, ini merupakan anak ketiga pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayah Nadiem merupakan aktivis sekaligus pengacara ternama di tanah air.

Ia menghabiskan masa sekolah dasar dan menengah pertama di Indonesia, lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura.

Lepas dari SMA, Nadiem melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas Ivy League di Amerika Serikat.

Jenjang strata satu ia tempuh di Brown University jurusan Hubungan Internasional.

Ia juga sempat ikut pertukaran pelajar di London School of Economics and Political Science di Inggris.

Setelah menyabet gelar BA (Bachelor of Arts), Nadiem melanjutkan S2 ke almamater sang ayah, Harvard University, hingga meraih gelar Master of Business Administration.

Dengan ijazahnya, Nadiem kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan konsultan bertaraf internasional, McKinsey & Company di Jakarta.

Ia menghabiskan waktunya selama tiga tahun di perusahaan tersebut.

Nadiem kemudian pindah ke Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Editor selama setahun.

Kemudian Nadiem berpindah perusahaan ke KartuKu dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer di perusahaan layanan pembayaran nontunai itu pada 2013-2014.

Mendirikan Gojek

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (TribunNewsmaker.com Kolase/ Instagram @nadiemmakarimofficial)

Di tengah-tengah lompat dari satu perusahaan ke perusahaan lain, pada 2010 ia mulai mendirikan startup sendiri yakni Gojek yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

Gojek lahir dari kejelian insting bisnis Nadiem yang mengaku sering menggunakan ojek untuk ke kantor.

Ia pun mencoba mengawinkan teknologi dan ojek menjadi inovasi baru.

Kehadiran Gojek sangat distruptif. Gojek menjadi alat transportasi umum "rasa baru" di Indonesia dan cepat menarik perhatian masyarakat karena kemudahan akses yang ditawarkan.

Transportasi ini disambut baik dan berkembang hingga hari ini meski sempat beberapa mengundang kontroversi, terutama dari pekerja ojek konvensional.

Saat ini, Gojek berkembang pesat dan menjadi decacorn pertama di Indonesia sebagai startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Bahkan, layanan Gojek tidak hanya beredar di Indonesia.

Gojek telah melakukan ekspansi ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Kedekatan dengan Presiden Jokowi

Nadiem Makarim dan Jokowi
Nadiem Makarim dan Jokowi (Nadiem Makarim/ Go-Jek)

Nadiem beberapa kali mengundang Presiden Jokowi ke acara Gojek.

Saat peluncuran Go-Viet-nama layanan Gojek di Vietnam-misalnya, Presiden Jokowi bahkan hadir langsung bersama dengan sejumlah menteri.

Ia juga pernah mendampingi RI 1 ke Silicon Valley, AS, Oktober 2015.

Namun, Nadiem tidak sendiri, ia menemani Jokowi bersama pentolan startup lokal lain, yakni pendiri Tokopedia Wiliam Tanudjaya, pendiri Traveloka Ferry Unardi, dan pendiri Kaskus Andrew Darwis.

Kala itu, Nadiem beralasan bahwa keikutsertaannya adalah ingin mempromosikan Indonesia kepada investor global.

"Kami ingin beri tahu bahwa Indonesia adalah pasar potensial untuk investasi startup, bukan cuma India dan China," kata Nadiem kala itu.

Kini Nadiem tak hanya jadi "juragan" Gojek.

Ia resmi menjabat sebagai Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju.

Dengan jabatan eksekutif ini, Nadiem bertanggung jawab untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha yang link and match antara pendidikan dan industri ada di wilayah Mas Nadiem," ucap Jokowi saat memperkenalkan Nadiem sebagai Mendikbud.

(Tribunnewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Profil Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Dirikan Gojek

Profil Nadiem Makarim, CEO Gojek yang Diduga Jadi Menteri Jokowi, Background Pendidikan Mengejutkan

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kehadiran Nadiem Makarim ke Istana Negara, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019, juga cukup mencuri perhatian.

Nadiem Makariem hadir mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam.

Kehadiran Nadiem Makarim bertepatan dengan rencana Jokowi mengumumkan kabinet.

Selain Nadiem Makariem, hadir pula Mahfud MD dan Wishnutama yang juga melenggang ke Istana Negara.

Keduanya sama-sama mengenakan setelan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Instagram @nadiemmakarimofficial)

Sebelumnya sempat beredar kalau Nadiem Makarim bakal jadi menteri di Kabinet Jokowi Jilid 2.

Kendati belum memberikan konfirmasi dengan jelas mengenakan posisi yang ditawarkan, Nadiem Makarim mengaku bersedia bergabung ke kabinet.

"Saya merasa ini kehormatan saya diminta bergabung ke kabinet dan saya menerima," kata Nadiem Makarim, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari Kompas.com.

Nadiem yang enggan memberikan bocoran hanya menegaskan bahwa dirinya siap membawa banyak inovasi di kabinet nanti.

"Sudah pasti dan banyak sekali inovasi yang ingin saya lakukan untuk negara ini. Saya enggak bisa sebut sekarang," kata Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim sendiri bahkan siap mundur dari jabatan CEO Gojek yang selama ini disandangnya.

Sosoknya cukup mencuri perhatian, berikut beberapa fakta menarik tentang Nadiem Makarim.

1. Lahir di Singapura

Pria bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim ini lahir di Singapura 4 Juli 1984.

Usianya sekarang menginjak 35 tahun.

2. Silsilah Keluarga

Putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Ayahnya merupakan seorang aktivis dan pengacara.

Sedangkan ibunya bekerja sebagai penulis lepas dan merupakan putri dari seorang sosok perintis kemerdekaan Indonesia, Hamid Algadri.

Melansir dari Wikipedia.org, Hamid Algadri adalah seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia keturunan Arab yang berjasa dalam perundingan Linggarjati, perundingan Renville, KMB, dan salah satu anggota parlemen pada masa awal berdirinya negara Republik Indonesia.

Pada tahun 2014, Nadiem pun menikah dengan wanita bernama Franka Franklin.

 

3. Pendidikan

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim ()

Nadiem Makarim mengenyam pendidikan dasar dan menegah pertamanya di Jakarta.

Ketika melanjutkan ke pendidikan SMA, Nadiem pindah bersekolah di Singapura.

Lulus SMA, Nadiem pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat.

Ia mengenyam pendidikan di Brown University dari tahun 2002 hingga 2006.

Tiga tahun kemudian, ia pun melanjutkan pendidikan pasca-sarjana di Harvard Business School dan mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA).

4. Awal Karier

Nadiem merintis kariernya dengan bergabung bersama perusahaan Mckinsey & Company yang berbasis di Jakarta pada tahun 2006.

Ia direkrut perusahaan tersebut sebagai konsultan manajemen selama tiga tahun.

Nadiem juga bekerja di Zalora Indonesia sebagai Co-Founder serta Managing Editor.

Ia kemudian memutuskan keluar dari Zalora dan bekerja di Kartuku sebagai Chief Innovation Officer.

 

5. Mendirikan Gojek

gojek
gojek (Kolase TribunStyle.com)

Di tahun 2011, Nadiem Makarim mulai merintis perusahaannya yang kemudian dikenal dengan Gojek.

Gojek merupakan aplikasi pesan ojek online yang telah berkembang besar di Indonesia.

Perusahaan itu disebut memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau setara dengan Rp7,2 triliun pada 2016 lalu.

Gojek pun tak hanya menyediakan jasa pesan ojek online saja, namun juga jasa antar barang (Go-Send), makanan (Go-Food), kebersihan, massage, dan lain-lain.

Kini, aplikasi Gojek bahkan telah beroperasi di 50 kota di negara-negara Asia Tenggara.

Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Gojek disebut telah berkontribusi sebesar Rp 9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia. (Tribun Jogja)

 

Nadiem Dipanggil Istana

Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019), dengan mengenakan baju putih lengan panjang.

Kedatangannya ke Istana pagi ini bertepatan dengan rencana Jokowi mengumumkan kabinet.

Namun, ia tidak menjawab apakah kehadirannya di Istana apakah karena telah ditunjuk jadi menteri oleh Jokowi.

"Saya dipanggil Presiden. Nanti ya, nanti ya," kata dia.

Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang.
Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Selama ini nama Nadiem Makarim diprediksi akan mengisi keinginan Jokowi dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital.

Jokowi juga pernah mengungkapkan rencana menghadirkan Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif.

Gojek Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan rintisan atau startup yang terbilang sukses.

Bahkan, Gojek sudah berstatus perusahaan decacorn atau perusahaan yang memiliki valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.  (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.com dengan judul Profil Nadiem Makarim yang Diduga Kuat Jadi Menteri Jokowi, Orang Besar di Balik Berdirinya Gojek

Sumber: Kompas.com
Tags:
Nadiem MakarimMendikbudHarvardKabinet Indonesia MajuJokowi
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved