Breaking News:

POPULER Ingat Artalyta Suryani? Terpidana Korupsi BLBI dan Punya Penjara Mewah? Simak Kabarnya Kini

Ingat sosok Artalyta Suryani, terpidana korupsi BLBI yang jadi sorotan karena penjara yang mewah? Ini kabar terbaru dari Artalyta Suryani!

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMWAN dan flickr.com
Ingat Artalyta Suryani? Terpidana Kasus Korupsi BLBI dan Punya Penjara Mewah? Simak Kabarnya Kini 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Artalyta Suryani alias Ayin sempat ramai diberitakan sekitar tahun 2008.

Artalyta Suryani adalah terpidana kasus korupsi BLBI.

Lama tak terdengar, ini kabar terbaru dari Artalyta Suryani!

Ingat sosok Artalyta Suryani, terpidana korupsi BLBI yang jadi sorotan karena penjara yang mewah? Ini kabar terbaru dari Artalyta Suryani!

Artalyta Suryani adalah seorang pengusaha di Indonesia yang pernah tersandung kasus korupsi.

Artalyta Suryani terlibat kasus penyuapan jaksa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Artalyta Suryani
Artalyta Suryani (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dirinya dijatuhi vonis 5 tahun penjara pada tanggal 29 Juli 2008.

Dalam proses persidangan, Artalyta mengaku tidak bersalah.

Aliran dana tersebut diakuinya adalah bantuan dana untuk usaha bengkel Urip Tri Gunawan.

Majelis Hakim menolak pengakuan tidak bersalah Artalyta.

Majelis Hakim juga beranggapan Artalyta tidak mengakui kesalahannya dan memberikan pernyataan yang berbelit-belit di pengadilan.

Sehingga Artalyta Suryani tetap divonis 5 tahun penjara.

Tak hanya sampai disitu saja, publik kembali digemparkan dengan pemberitaan mengenai Aryalyta.

Terungkap selama di penjara, Artalyta tingga di sebuah penjara mewah.

Tanggal 10 Januari 2010 silam, penjara Artalyta Suryani disidak oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.

Satuan yang dipimpin oleh Denny Indrayana tersebut melakukan inspeksi secara mendadak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Dikutip dari Kompas.com pada 2 November 2019, ruangan Artalyta Suryani berada di Blok Anggrek Nomor 19.

Artalyta Suryani
Artalyta Suryani (TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA)

Publik pun dikejutkan dengan ruang tahanan milik Artalyta Suryani.

Berbeda dengan penjara pada umumnya, ruangan milik Artalya terlihat mewah.

Selain ruangan yang luas, terdapat perabotan yang seharusnya tidak boleh ada di kamar sel penjara.

Misalnya kulkas, dispenser, AC, televisi layar datar, ruangan bayi, alat kecantikan, meja kerja, dan lain-lain.

Belum lagi dekor dinding ruangan dengan motif daun serta bunga.

Penampakan tersebut hingga kini masih kerap diingat dan menjadi tolok ukur penjara mewah.

Artalyta juga sempat dipindah ke Lapas Wanita Tangerang.

Artalyta dianggap berkelakuan baik selama di Lapas tersebut.

Bahkan dirinya memberikan pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Mandarin kepada warga binaan dan membuat perpustakan.

Lantas, bagaimana kabar Artalyta Suryani kini?

Artalyta Suryani (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Artalyta Suryani sempat mendatangi kantor KPK pada bulan 2017 lalu.

Penampilan Artalyta kala itu sempat menjadi sorotan.

Pasalnya, keluar dari 'hotel prodeo' Artalyta tampil modis.

Artalyta mengenakan kemeja putih dan outer hitam serta celana hitam.

Dirinya juga memakai makeup tebal dan rambut bobnya tampak diblow.

Sayangnya, kala itu Artalyta Suryani tak mau menjawab pertanyaan dari wartawan.

Kini, tampaknya kabar tak terduga kembali datang dari Artalyta Suryani.

Adik Artalyta Suryani, Simon Susilo terseret kasus korupsi bulan Agustus lalu.

Simon Susilo adalah pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY).

Dikutip dari Kompas.com pada 2 November 2019, Simon Susilo didakwa menyuap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Besaran nominal yang diberikan Simon Susilo pada Mustafa disebut sebesar 7,5 miliar.

Simon Susilo
Simon Susilo (TRIBUNNEWS.COM/ILHAM RIAN)

"Bahwa terdakwa Simon Susilo memberi sesuatu berupa uang sebesar Rp 2 miliar; Rp 2 miliar; Rp 2 miliar; dan Rp 1,5 miliar yang seluruhnya sejumlah Rp 7,5 miliar kepada Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah melalui Taufik Rahman," kata jaksa KPK Ali Fikri saat membaca surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 9 Agustus 2019.

Jaksa mengatakan jika uang tersebut merupakan commitment fee agar perusahannya Simon Susilo mendapatkan proyek.

Simon tertarik pada proyek pekerjaan ruas jalan Sri Basuki-Krangkeng dan proyek ruas jalan Rukti Basuki-Bina Karya Utama.

Simon didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(Tribunnewsmaker/Talitha Desena)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved