Breaking News:

Sebelum Meninggal di Malaysia, Pebalap Afridza Sempat Hubungi Sang Ibu, Ini Percakapan Terakhirnya

Inilah percakapan terakhir pebalap Indonesia Afridza Syach Munandar dengan sang ibu sebelum meninggal dunia di Malaysia.

TribunNewsmaker.com Kolase/ Instagram @afridzasyach
Afridza Munandar 

Di sisi lain, berpulangnya Afridza Syach Munandar ini juga membuat sejumlah Pebalap berduka cita.

Tak terkecuali Pebalap Repsol Honda Marc Marquez yang menyampaikan belasungkawa.

Marc Marquez jadi yang pertama mengucapkan rasa belasungkawanya. Menurut Marquez, dirinya pernah beberapa kali bertemu dan berbincang dengan Afridza.

Komunikasi itu terjadi saat Marquez berkunjung ke Indonesia.

“Hari yang menyedihkan bagi dunia balap motor. Afridza Munandar sudah meninggat dunia saat balapan di ATC,” ungkap Marquez di lama Instagram pribadinya.

Bukan cuma Marquez, ucapan serupa juga mengalir dari Team Suzuki Ecstar lewat Alex Rins dan Joan Mir.

Keduanya saling memberi semangat kepada sesama pebalap dan mengucapkan selamat berduka kepada keluarga yang ditinggal.

Selain itu, akun Instagram Honda Racing Corporation dan Yamaha MotoGP pun turut mengucapkan hal serupa. Pun begitu akun resmi MotoGP termasuk para pebalap lain di kelas MotoGP.

Untuk diketahui, ATC adalah kompetisi balap motor yang diperuntukkan bagi pebalap muda di kawasan Asia dan Oseania.

 

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dorna, yang juga menjalankan kompetisi MotoGP dan Kejuaraan Dunia Superbike.

Bisa dikatakan, Afridza adalah salah satu yang terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Prestasinya tidak perlu diragukan dalam ajang balap motor.

Paling terakhir dua kali menang balap ATC 2019.

Tepatnya race pertama seri Thailand dan race kedua seri Malaysia beberapa waktu lalu.

Total 142 poin sudah dicatat Afridza, dan hanya berselisih 27 poin dari Takuyama Matsuyama yang berada di puncak klasemen sementara ATC 2019.

Berprestasi

Selama berkiprah di ajang balap Asia Talent Cup 2019, Afridza termasuk pebalap yang kompetitif. Afridza dua kali menang di Sirkuit Buriram dan Sepang, dua kali finish kedua di Buriram dan Twin Ring Motegi, serta dua kali naik podium ketiga di Buriram.

Hasil itu membuat Afridza bertengger di peringkat ketiga klasemen pebalap dengan koleksi 142 poin.

Afridza hanya berselisih 27 poin dari Takuma Matsuyama yang memimpin klasemen, dan hanya terpaut 15 angka dari Sho Nishimura yang ada di posisi runner up.

Sebagai informasi, pemenang balapan pada setiap seri mendapat poin maksimal 25.

Afridza pun memiliki peluang untuk menjadi juara Asia sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Selain itu, pebalap kelahiran Tasikmalaya, 13 Agustus 1999 tersebut, sering naik turun podium saat balapan di kejuaraan nasional.

Afridza merupakan jebolan Astra Honda Racing School (AHRS) dan pernah menjajal balapan ketahanan yang bergengsi di Jepang, yakni Suzuka Endurance 4 Hours.

(TribunNewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Bogor dengan judul Meninggal di Malaysia, Ini Percakapan Terakhir Pebalap Afridza dengan Ibundanya Sebelum Balap

Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved