Breaking News:

Kisah Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bertugas Menyambut Tamu & Tulis Daftar yang Datang

Puji, punggawa Keraton Agung Sejagat uraikan tugas selama di Keraton Agung Sejagat, harus bertugas menyambut tamu dan tulis daftar nama tamu

Editor: Talitha Desena
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati, KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA dan IST/Facebook
Kisah Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bertugas Menyambut Tamu & Tulis Daftar yang Datang 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keraton Agung Sejagat tengah menjadi sorotan di masyarakat.

Salah satu punggawa Keraton Agung Sejagat mengungkapkan pengalaman mereka selama berada di tempat tersebut.

Apa saja tugas menjadi punggawa Keraton Agung Sejagat?

Puji, punggawa Keraton Agung Sejagat uraikan tugas selama di Keraton Agung Sejagat, harus bertugas menyambut tamu dan tulis daftar nama tamu.

Kelompok Keraton Agung Sejagat Buat Heboh Warga, Ini Tanggapan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo
Kelompok Keraton Agung Sejagat Buat Heboh Warga, Ini Tanggapan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (Tribunnews)

Seperti yang diketahui, Keraton Agung Sejagat tengah menjadi sorotan di masyarakat.

Keraton Agung Sejagat (KAS) berada di Purworejo, Jawa Tengah.

KAS dideklarasikan sebagai kerajaan oleh pasangan suami istri beberapa waktu lalu.

Yakni, pemimpin KAS yang dipanggil Sinuhun bernama asli Totok Santoso Hadiningrat.

Sementar sang istri, Totok Santoso dipanggil Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

KAS telah disebut-sebut memiliki pengikut sebanyak 450 orang.

Salah satu pengikutnya adalah Puji yang bergabung dengan Keraton Agung Sejagat bersama suaminya sejak tahun 2015 lalu.

Puji adalah punggawa keraton yang bertugas sebagai penyambut tamu di depan pintu masuk keraton. Sedangkan suaminya, bertugas untuk mencatat daftar hadir para pengunjung

Dilansir dari Tribun Jateng, Puji mengaku diajak bergabung oleh Sang Raja Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat.

Puji menyakini bahwa Totok Santoso Hadiningrat adalah trah dari Eyang Hanyokrokusumo.

Menurut Puji, Sinuhun Totok sering menguraikan sejarah dan mereka percaya bahwa daerah Pogung tempat berdirinya keraton pernah dilewati kereta kencana dan merupakan bekas keraton pada masa lalu.

Mesin Uang Raja Keraton Agung Sejagat, Intip Rumah Kontrakannya, Klaim Bisa Gaji Pengikut 100 Dollar
Mesin Uang Raja Keraton Agung Sejagat, Intip Rumah Kontrakannya, Klaim Bisa Gaji Pengikut 100 Dollar (TribunNewsmaker.com Kolase/ Istimewa/ KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA)

Itulah alasan istana Keraton Agung Sejagat didirikan di daerah Pogung.

"Nenek moyang saya menceritakan jika, akan ada istilahnya 'pasar ilang kumandange'
dan percaya akan kedatangan Kaisar Sinuhun yang merupakan titisan keturunan eyang Majapahit," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/1/2020).

Ia mengaku selama menjadi punggawa tidak pernah membayar iuran untuk masuk keraton.

"Paling kalau keluar uang kalau kita berangkat ke sini naik motor, bensinnya sendiri," jelasnya.

Istana Keraton Agung Sejagat menurut Puji sangat terbuka sehingga banyak pengunjung yang datang ke wilayah keraton.

Terkait pembiayaan kerajaan termasuk pembuatan seragam, Puji mengatakan menggunakan biaya sendiri.

"Tidak ada janji-janji, paling adalah wejangan seperti menceritakan sejarah Jawa, dan misinya adalah menyejahterakan masyarakat dalam hal sandang pangan papan," jelasnya.

 Calon pendopo Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih dalam proses pembangunan.
Calon pendopo Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih dalam proses pembangunan.
Dibangun di tanah milik 'adipati'

Istana Keraton Agung Sejagat didirikan di rumah dan lahan Cikmawan (53) warga asli RT 3 RW 1 Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan.

Cikmawan adalah Adipati Djajadiningrat dan bagian dari punggawa keraton. Dia juga sebagai koordinator ndalem Keraton Agung Sejagat.

Dilansir dari Tribunnews.com, di halaman istana terdapat bangunan kerangka mirip tiang dari kayu yang berdiri kokoh. Masyarakat sekitar menyebut bangunan tersebut bakal untuk pendopo.

Tidak jauh terdapat sebuah kolam yang memiliki sumber air yang tidak terlalu jernih.

Di sudut lain, terlihat sebuah batu besar yang diletakkan di pendopo kecil sehingga tidak terkena hujan dan panas secara langsung.

Cikmawan, pemilik lahan yang juga menjadi koordintaor ndalem keraton menyakini bahwa Totok yang disebut sinuhun adalah seorang kaisar.

"Sinuhun itu adalah kaisar, setelah nantinya diangkat menjadi kaisar nantinya dia akan pindah di situ," kata Djajadiningrat.

(Tribunnewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Puji Punggawa Keraton Agung Sejagat, Bergabung Tahun 2015 dan Bertugas Menyambut Tamu

 
Sumber: Kompas.com
Tags:
Keraton Agung SejagatJawa TengahPurworejo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved