Breaking News:

Gabung Kerajaan King of The King, ASN Karawang Ini Seperti Dicuci Otak, Dijanjikan Uang Miliaran

Seorang aparatur sipil negara (ASN) Karawang, Juanda mengungkapkan kesaksiannya mengenai Kerajaan King of The King.

Istimewa
King of The King Mr Dony Pedro (Baju Merah Berpeci) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Karawang, Juanda mengungkapkan kesaksiannya mengenai Kerajaan King of The King.

Juanda bergabung dengan King of The King sejak awal tahun 2019.

Tak hanya sebagai anggota biasa, Juanda juga diangkat menjadi Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang digadang-gadang berpusat di Karawang.

IMD diketahui merupakan bagian dari King of The King.

Seperti yang diberitakan, belakangan ini heboh King of The King.

King of The King mengklaim raja dari segala raja dan memiliki kekayaan fantastis.

Sang raja mengklaim dirinya punya harta kekayaan hingga Rp 60.000 Triliun.

Harta tersebut dibilangnya sebagai peninggalan Ir Soekarno.

Namun belakangan tekuak, 'kerajaan halu' tersebut diduga melakukan praktik penipuan.

Para pengikutnya dimintai setoran uang.

Pimpinan King of The King juga mengiming-imingi uang miliaran kepada para pengikutnya.

Hal itu juga diungkapkan oleh Juanda.

Ia juga dijanjikan uang miliaran oleh petinggi King of The King.

Kini Juanda mengaku menyesal telah menjadi anggota King of The King.

Penyesalan itu disampaikan Juanda setelah mendapat pembinaan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang.

Kepala BKPSDM Karawang, Asep Aang mengatakan, sedikitnya memberikan tiga kali pembinaan kepada Juanda yang bertugas sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Banyusari, Karawang.

Juanda Menyesal Gabung <a href='https://newsmaker.tribunnews.com/tag/king-of-the-king' title='King of The King'>King of The King</a>, Ngaku Dicuci Otak, Dijanjikan Miliaran dari Bank Swiss

Juanda sadar, awal dirinya bergabung karena tergiur dijanjikan uang miliaran rupiah yang diklaim tersimpan di Bank Swiss.

Kendati demikian, rupanya janji tersebut semu belaka.

"Saya menyesal," ucap Juanda pada Jumat (31/1).

s

Juanda disebut-sebut menjadi satu diantara petinggi King of King itu menegaskan, menyetor uang Rp 10 juta kepada Dony Pedro, Presiden King of King.

"Sekitar Rp 10 juta yang saya berikan beberapa kali. Saya diberi sertifikat senilai Rp 3 miliar yang katanya akan cair pada Maret 2020," ujar Juanda.

Seperti Dicuci Otak

Kepala BKPSDM Karawang Asep Aang menuturkan, sosok Juanda yang bergabung di King of The King seperti dicuci otak.

"Kami terus memberikan pembinaan dan pemahaman kepadanya, hingga akhirnya dia (Juanda) mengaku kesalahannya."

"Dia melakukan permohonan maaf dengan sadar. Setelah dia bercerita ternyata dia itu merupakan korban," katanya.

Asep Aang menyebut Juanda memahami tugas dan fungsinya sebagai ASN.

Ia juga dikenal sebagai ASN Karawang yang memiliki totalitas tinggi.

"Dia rajin masuk, sangat disiplin dan mengerti tugas dan fungsinya," kata dia.

Awal kenal dengan Dony Pedro Presiden King of The King

ASN asal Karawang, Juanda menceritakan awal kenal dengan Dony Pedro, Presiden King of The King, hingga menjadi petinggi di kelompok tersebut.

Spanduk kedatangan King of King yang tersebar di dua titik di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur
Spanduk kedatangan King of King yang tersebar di dua titik di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Tribunkaltim.co/HO Polres Kutim)

Juanda yang juga disebut-sebut sebagai salah satu petinggi King of The King itu mengatakan, ia awalnya dikontak oleh Dony Pedro.

Ia beberapa kali ditelepon Dony Pedro dan dikirimi foto-foto pusaka.

Juanda kemudian diminta datang ke rumah Dony Pedro di Bandung.

"Saya bertemu Dony awal tahun 2019 di Bandung," kata Juanda kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

"Awalnya dia meyakinkan saya soal samurai pusaka dan langka yang harganya triliunan.Saya mencari pembeli untuk dia."

Juanda mengaku tergiur dengan uang komisi dari penjualan senjata itu. Kebetulan di Karawang, kata dia, ada orang kaya yang tengah mencari benda pusaka.

Namun, transaksi senjata pusaka gagal.

Cerita soal Bank Swiss, saat gabung diminta setor uang

Tak berhenti di situ, Dony Pedro meyakinkan Juanda soal pencairan uang di Bank Swiss.

Juanda pun percaya lanyaran Dony menyebut sejumlah nama petinggi negara, termasuk dari kalangan militer dan profesional.

"Saya juga diperlihatkan sejumlah dokumen internasional tentang uang yang sangat besar di Bank Swiss," ujarnya.

Juanda kemudian memutuskan bergabung ke King of The King.

Namun, Juanda diminta menyetor sejumlah uang.

"Ditotalkan jumlahnya hingga Rp 10 juta saya berikan ke dia (Dony Pedro)," kata Juanda.

Janji uang Rp 10 juta diganti miliaran, diangkat jadi petinggi

"Saya dijanjikan ganti uang miliaran yang akan cair pada Maret 2020," lanjut Juanda.

Juanda diangkat menjadi Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang meyakini uang yang terpendam di Bank Swiss senilai USD 60 triliun bisa menutupi persoalan utang Indonesia.

Ia menyebut anggota IMD tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Namun di Karawang tidak ada selain dirinya.

Saat ini, Juanda tengah dalam pembinaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang. (TribunNewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kisah ASN Karawang Gabung Kerajaan King of The King: Janji Uang Rp 10 Juta Diganti Miliaran

Tags:
King of The KingKarawangAparatur Sipil Negara (ASN)Juanda
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved