Breaking News:

Sebut Kekuasaan Sudah Mulai Keropos, Rocky Gerung: Saatnya Memindahkan Kepala Negara, Bukan Ibu Kota

Sebut kekuasaan sudah mulai keropos, Rocky Gerung mengatakan seharusnya yang dipindah bukan ibu kota, tapi kepala negaranya.

Penulis: Irsan Yamananda
Editor: ninda iswara
TRIBUN NEWS / HERUDIN dan Youtube Rocky Gerung Officia
Jokowi dan Rocky Gerung. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebut kekuasaan sudah mulai keropos, Rocky Gerung mengatakan seharusnya yang dipindah bukan ibu kota, tapi kepala negaranya.

Kasus yang menimpa mantan Calon Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku saat ini masih jadi perbincangan sejumlah figur publik.

Salah satunya adalah pengamat politik Rocky Gerung.

Ia mengatakan bahwa kasus Harun Masiku ini merupakan 'permainan' dari para penguasa negeri.

"Permainan semacam ini dengan mudah dibongkar karena logika pembelaannya compang-camping," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya publik sudah membaca permainan tersebut.

Rocky juga mengungkapkan bahwa pada akhirnya publik jadi lebih percaya Tempo, salah satu media yang membongkar soal keberadaan Harun Masiku, daripada Hasto Kristiyanto, Yasonna Laoly, maupun Jokowi.

Sebut Yasonna Laoly Patut Dipecat, Rocky Gerung: Dia Mesti Dipecat Supaya Ada Pelajaran Etis

Said Didu Sindir Keberadaan Maruf Amin di Pemerintahan Jokowi, Rocky Gerung Tertawa Terbahak-bahak

100 Hari Jokowi-Maruf Amin Kerja, Rocky Gerung Beri Nilai 9, Alasannya Buat Said Didu Tertawa

"Jadi pada akhirnya publik tahu kalau semua kekuasaan itu gak bisa dipercaya. 'Kan cuma itu pelajaran bagus yang kita peroleh," ujarnya.

"Jadi delegitimasi itu berjalan terus karena ketidakmampuan kekuasaan bersikap jujur terhadap peristiwa itu," imbuhnya.

Rocky menambahkan bahwa selama pemerintahan Jokowi, keadilan itu bukan konsepsi etis lagi melainkan instruksi kekuasaan.

"Jadi kalau terjadi hal semacam itu, orang mau cari keadilan tapi menunggu perintah politik, itu tanda pertama bahwa ada yang decay (membusuk) dalam kekuasaan," jelas Rocky.

Ia menjelaskan, publik menganggap bahwa terlalu banyak kebohongan di pemerintahan.

Rocky Gerung
Rocky Gerung (Kolase TribunNewsmaker - Warta Kota/Henry Lopulalan/Tribunnews Fahdi Pahlevi)

Setelah itu, lanjutnya, orang akan mengaitkannya dengan perolehan suara waktu pemilu.

"Itu gak bisa dicegah, karena tidak ada cara lain untuk mengatakan bahwa kekuasaan ini sudah keropos," tegasnya.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved