Naik Drastis, Jumlah Kasus Virus Corona di Korea Selatan Lebih dari 3000 Pasien
Korsel tengah darurat kasus virus Corona, kasus virus Corona terus naik setiap hari hingga terdeteksi 3000 orang
Editor: Talitha Desena
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus virus Corona di Korea Selatan terus naik setiap hari.
Dari yang awalnya 'hanya' sekitar 30, kini melunjak hingga 3000 kasus.
Korea Selatan memiliki pasien Corona kedua terbanyak setelah Tiongkok.
Korsel tengah darurat kasus virus Corona, kasus virus Corona terus naik setiap hari hingga terdeteksi 3000 orang.
Negara ginseng Korea Selatan tengah darurat penanganan virus Corona.
Pasien yang dideteksi virus Corona terus naik drastis setiap harinya.
Kota Daegu disebut sebagai pusat dan tempat karantina para pasien.
Naiknya jumlah kasus virus Corona tersebut diduga berasal dari sebuah sekte di Korea Selatan yang dianggap 'sesat.
Sekte bernama Gereja Shincheonji yang awalnya menyebarkan virus Corona hingga pasien jadi naik tajam.
Banyak anggota Shincheonji kini tertular, yang diduga dimulai dari perempuan 61 tahun yang mengalami demam pada 10 Februari lalu.
Wanita tersebut menolak untuk diperiksa dan malah berpergian ke tempat-tempat publik.
Dilansir dari kantor berita AFP, tambahan 813 kasus ini termasuk empat kasus kematian terbaru hari ini. Menjadikan jumlah korban meninggal mencapai 17 orang.
Pemerintah setempat juga mengumumkan kasus pertama infeksi ulang, yakni seorang wanita berusia 73 tahun.
Dia dites positif virus corona untuk kedua kalinya, usai pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada pekan lalu.
"Penyakit ini menyerang kembali setelah daya tahan tubuhnya menurun," demikian keterangan dari petugas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), Kwon Jun-wook.
Lebih dari 90 persen kasus virus corona di Korea Selatan ditemukan di Daegu, wilayah pusat penyebaran Covid-19 di Negeri "Ginseng".
Daegu adalah kota terbesar keempat di Korea Selatan dengan populasi 2,5 juta orang.
KCDC mengatakan, Provinsi Gyeongsang Utara yang berdekatan dengan Daegu juga menyumbang kasus infeksi yang banyak.
Di Daegu, tiga perempuan dan seorang pria meninggal, membuat jumlah korban menjadi 17 secara nasional. Semuanya berusia 60-an tahun atau lebih tua.
Jumlah korban atau kasus infeksi bahkan bisa saja bertambah, dengan pemeriksaan yang dilakukan di Gereja Shincheonji Yesus.
Gereja tersebut merupakan sebuah entitas rahasia yang sering dituduh sebagai aliran sesat. Di sana ada 260 ribu pengikut.
Sepi aktivitas
Di antara para penderita yang dinyatakan positif terkena virus, 80 persen dapat diobati karena memiliki "gejala ringan".
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, dan menambahkan bahwa sisanya akan memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Kini jalan-jalan di Daegu sebagian besar telah sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang menjual masker.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan agar tinggal di rumah.
Meski begitu, pemerintah Negeri "Ginseng" mengatakan mereka tidak melakukan karantina di seluruh kota, seperti yang dilakukan di Wuhan, China, tempat virus itu pertama kali muncul.
Lonjakan jumlah kasus infeksi yang besar ini menyebabkan banyak acara dibatalkan atau ditunda.
Konser boyband BTS harus dibatalkan, sedangkan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Tim kudu diundur penyelenggaraannya.
Musim ajaran baru di sekolah juga diundur satu minggu secara nasional, sedangkan di Daegu diundur tiga minggu.
Tentara militer AS dan Korea Selatan turut terkena dampaknya. Mereka harus menunda latihan bersama yang awalnya direncanakan beberapa hari ke depan.
Perusahaan manufaktur Hyundai juga menghentikan operasional di salah satu pabriknya di Ulsan, usai seorang karyawannya dinyatakan positif terkena virus corona.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Bertambah 813, Tembus 3.000 Kasus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/pasien-virus-corona-di-korsel-naik-tajam-jadi-763-orang-presiden-naikkan-status-ke-level-tertinggi.jpg)