Kritik Penanganan Corona Pemerintah, Dedi Mulyadi: Bukan Lewat Gambar & Postingan, Tapi Aksi
Dedi Mulyadi angkat bicara soal penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah aksi, bukan gambar/ postingan.
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus berusaha untuk menangani penyebaran virus corona di Tanah Air.
Mengenai hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi turut angkat bicara.
Ia mengkritik sejumlah pejabat baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang kerap memposting isu-isu tentang penyebaran virus corona lewat media sosial.
Menurutnya, penanganan corona bukan hanya sekadar membuat gambar dan mempostingnya di medsos.
Namun, lanjutnya, pemerintah juga harus melakukan tindakan nyata di lapangan.
"Penanganan corona bukan sekadar membuat gambar dan posting, tetapi tindakan nyata di lapangan," kata Dedi lewat sambungan telepon, Senin (16/3/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.
• Prihatin Corona, 5 Idol K-pop Sumbang Uang Milyaran Demi Pencegahan Covid-19: IU hingga Lee Min Ho
• DIY Hand Sanitizer, Bikin Pembersih Tangan di Rumah dengan 3 Bahan Alami Ini
• Panduan Mengedukasi Anak-anak tentang Virus Corona, Simak 4 Poin Penting Berikut
Menurutnya, pejaabt pemerintah seharusnya bisa mengendalikan kekisruhan yang terjadi di masyarakat.
Mengingat kondisi penyebaran virus Covid-19 ini semakin massif di Indonesia.
"Sekarang orang senangnya cari populer lewat postingan."
"Sekarang para kepala daerah, gubernur, bupati, sibuknya jangan di persoalan pasien ada dimana, jangan sibuk konferensi pers," tuturnya.
• FAKTA Pasien Anak Positif Corona di Yogyakarta, Tak Pernah ke Luar Negeri, Sempat ke Depok
• Virus Corona Bisa Menempel Selama 9 Hari, Ini Cara Bersihkan Ponsel Agar Terhindar dari Covid-19
"Yang harus dipikirkan adalah ketersediaan logistik bagi keluarga yang ditinggalkan atau yang terkena (isolasi) dan bagaimana melakukan pencegahan," tambah Dedi.
Dedi menambahkan, beberapa persoalan yang hadir di masyarakat di tengah-tengah merebaknya penyebaran virus corona adalah masker dan antiseptik yang mulai sulit didapatkan.
"Berapa masker yang disediakan, berapa pembersih yang sudah disiapkan, cairan zat kima apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan penyemprotan, berapa duitnya dan darimana, solusinya apa untuk persoalan ini. Kita harusnya sibuk mengantisipasi bukan sibuk memberitakan ini bukan drama, ini riil," tuturnya.
Dedi mengatakan, terlalu banyaknya pemberitaan di media sosial tanpa melakukan aksi pencegahan dinilai oleh Dedi justru membuat masyarakat menjadi panik.
"Kegenitan media sosial harus hati-hati," tandasnya. (TribunNewsmaker/ *)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi: Penanganan Corona Bukan Lewat Gambar dan Postingan, Tapi Lewat Aksi".
Achmad Yurianto: 117 Kasus Tersebar di 8 Provinsi
Diberitakan sebelumnya, juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, memberitahukan perkembangan terkini kasus covid-19 di tanah air.
Menurutnya, hingga Minggu 15 Maret 2020 sudah ada 117 pasien yang positif virus corona.
Angka ini bertambah 21 kasus dari pengumuman yang dilakukan sebelumnya.
Mengutip dari Kompas.com, "Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah," kata Juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto.
Menurutnya, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran kontak dari kasus sebelumnya.
Selain itu, Achmad Yuri juga mengatakan bahwa kasus virus corona telah tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
- Virus Corona di Solo: Total Ada Tiga Pasien Suspect Dirawat hingga Kelelawar Dimusnahkan
- Gejala Corona Per Hari, Hari Ke-5 Sulit Napas, Memburuk Hari Ke-7
- 4 Fakta Bentuk Virus Corona di Mikroskop: Berduri & Mirip SARS
Delapan provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Banten.
"Kita lihat sebarannya sekarang melebar ke Jakarta DKI, Jawa Barat di sekitar DKI termasuk di Bandung, kemudian Tangerang, Jawa tengah sudah kita dapatkan kasusnya di Solo dan Jogja, di Bali, di Manado, Pontianak," kata Yuri di Gedung BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).
Saat ini pemerintah sedang menelusuri kasus virus corona di daerah yang dimaksud.
"Ini yang membuat kita tracing lebih keras lagi, ini yang jadi penting di dalam perubahan respons terkait WHO menyatakan ini sudah Pandemi," ujarnya.
• Tanggapi Penyebaran Corona di Indonesia, Jokowi: Saatnya Kita Belajar, Kerja, dan Ibadah di Rumah
• Viral Burung-burung Putih Memutari Kabah Seperti Tawaf saat Area Ditutup karena Corona, Ini Videonya
Yuri berharap, setiap daerah bisa terus melakukan pengawasan yang lebih ketat dengan pendekatan base case dan community base.
"Tetapi harus fokus pada community base berbasis pada masyarakat informasi."
"Data akan kami rilis di website, website ini akan kita satukan ke BNPB," pungkasnya.
Data pasien positif corona sendiri akan diberikan pada pihak rumah sakit.
Setelah itu pihak rumah sakit akan meneruskannya pada pasien.
Yuri menjelaskan, dokter yang merawat pasien juga perlu memberitahu pihak Dinas Kesehatan setempat.
Ia berharap, cara itu bisa berperan penting untuk melacak kemungkinan pasien positif corona lain di Indonesia.
"Dokter pun harus menyampaikannya ke Dinkes setempat karena ini penting dalam konteks untuk tracing," ujar Achmad Yurianto.
Yuri mengatakan, Kepala Dinkes setelah itu diminta untuk berkomunikasi dengan kepala daerah masing-masing.
Kepala Daerah lalu menginformasikan pada masyarakat sesuai strategi masing-masing.
• POPULER Ernest Prakasa Kritik Kebijakan Jokowi Atasi Virus Corona & Singgung Langkah Anies Baswedan
• POPULER Ayu Ting Ting Tetap Akan Gelar Konser Tunggal Meski Virus Corona Mewabah, Ini Antisipasinya
• Update Kondisi Menhub Budi Karya yang Positif Corona, Kini Membaik, Sejumlah Pejabat Akan Diperiksa
Sebelumnya diberitakan, Juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020) siang mencapai 96.
Jumlah itu bertambah 27 kasus dari sehari sebelumnya atau Jumat (13/3/2020).
"Ini didapatkan dari tracing yang kita kerjakan secara masif," kata Yuri di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu.
Salah satu pasien positif tersebut adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kini dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Dari jumlah pasien yang positif, terdapat delapan pasien dinyatakan sembuh.
Pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali negatif pada pemeriksaan virus corona.
"Indikasinya tidak ada keluhan fisik dan dua kali pemeriksaan virus dinyatakan negatif," ujar Yuri.
Menurut Yuri, Covid-19 bisa sembuh karena peningkatan imun tubuh.
Dia menegaskan, pasien yang meninggal karena ada faktor penyakit pendahulu.
Hingga kini jumlah pasien yang meninggal sebanyak lima orang.
Adapun, hingga saat ini ada lima orang yang meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. (TribunNewsmaker/ Irsan Yamananda)
• Update Kondisi Menhub Budi Karya yang Positif Corona, Kini Membaik, Sejumlah Pejabat Akan Diperiksa
• Corona Mewabah, Ganjar Pranowo Umumkan Sekolah Seluruh Jateng Libur 2 Minggu, Diganti Secara Online
• Menteri Perhubungan Budi Karya Positif Corona, Artis-artis Ini Malah Unggah Foto Bareng Pak Menteri
Jokowi: Saatnya Kita Belajar, Kerja, dan Ibadah di Rumah
Sementara itu, Presiden Joko Widodo kembali memberikan tanggapannya mengenai penyebaran virus corona di Indonesia.
Ia pun meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Covid-19 ini.
Jokowi mencontohkan salah satunya adalah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Ia mengimbau masyarakat untuk memfokuskan kegiatannya di rumah saja.
Mulai dari belajar, kerja, hingga beribadah.
"Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.
• Viral Burung-burung Putih Memutari Kabah Seperti Tawaf saat Area Ditutup karena Corona, Ini Videonya
• POPULER Ernest Prakasa Kritik Kebijakan Jokowi Atasi Virus Corona & Singgung Langkah Anies Baswedan
• POPULER Ayu Ting Ting Tetap Akan Gelar Konser Tunggal Meski Virus Corona Mewabah, Ini Antisipasinya
Jokowi menjelaskan, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.
"Agar penyebarannya bisa kita hambat dan stop," ujar Kepala Negara.
Jokowi juga meminta semua orang untuk mulai bekerja sama serta saling tolong-menolong agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik.
"Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong dan bersatu padu."
"Gotong royong, kita ingin ini jadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 bisa ditangani maksimal," ujar Jokowi.
• Setelah Ashraf Sinclair Meninggal, BCL Banting Tulang Hidupi Noah, Terungkap Bisnis Online Barunya
• Kisah Cinta Sejoli Terpisah Maut, 6 Tahun Pacaran dari SMA, Pacar Meninggal Seminggu Sebelum Ultah
• Lama Tak Disorot, Barbie Kumalasari Kini Pamer Penampilan Baru, Rambut Nyentriknya Jadi Sorotan!
Dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19, Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan terus berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
"Dan menggunakan protokol kesehatan WHO, serta konsultasi dengan ahli kesehatan masyarakat dalam mengatasi penyebaran Covid-19," ucapnya.
Saat ini, Jokowi menjelaskan, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.
Pembentukan gugus tugas dilakukan untuk mensinergikan semua unsur lembaga, baik itu pusat dan daerah, dalam menangani Covid-19.
Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah kondisi geografinya yang tersebar sebagai negara kepulauan.
"Sebagai negara besar dan kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajatnya bervariasi daerah satu dengan yang lain," ucap Jokowi.
"Saya minta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus memantau dan menelaah semua," kata dia. (TribunNewsmaker/ *)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Saatnya Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah di Rumah".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/dedi-mulyadi.jpg)