Anggotanya Sempat Marah Saat Diminta Cek Kesehatan, Wakil Ketua DPRD Blora Minta Maaf & Jelaskan Ini
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora minta maaf atas sikap anggotanya yang marah saat hendak diperiksa. Ini pengakuannya.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beberapa anggota DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah, marah ketika hendak diperiksa kesehatannya oleh tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.
Pemeriksaan tersebut dilakukan mengingat para anggota DPRD Blora ini baru saja pulang dari kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Peristiwa anggota DPR Blora marah-marah ini terjadi di terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tengah, Kamis 19 Maret 2020 malam.
Tim medis Dinkes Kabupaten Blora pun menyambut kedatangan para wakil rakyat ini dengan berupaya melakukan medical check up mengantisipasi tertularnya virus corona (Covid-19).
Seperti yang diketahui, pasien positif terpapar virus corona di Indonesia kini terus bertambah.
Terhitung sampai Sabtu 21 Maret 2020, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai angka 369.
• VIRAL Video DPRD Blora Marah Tolak Cek Kesehatan: Kamu Pejabat Enggak, SOP-nya Mana?
• Viral Video Anggota DPRD Blora Tak Mau Tes Kesehatan & Bentak Petugas, Kita DPR Bukan Anak Gembala
Dari jumlah pasien tersebut, 32 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Sedangkan 17 diantaranya telah dinyatakan sembuh.
Oleh karena itu, petugas medis berusaha melakukan pengecekan terhadap beberapa orang yang baru pulang dari berpergian jauh, termasuk pada anggota DPRD Kabupaten Blora.
Terkait video viral yang beredar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Siswanto, membenarkan kabar tersebut.
Siswanto tak membantah kalau orang yang terekam dalam video tersebut merupakan anggotanya yang sedang berinteraksi dengan petugas medis Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.
"Iya benar. Bahkan ada saya di terminal Padangan saat itu," kata Siswanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/3/2020).
Bukan marah-marah, tapi ingin diperiksa di RS
Politisi Golkar ini pun mengamini jika orang berbaju biru yang pasang badan dan banyak bicara dalam video tersebut adalah anggota DPRD Blora berinisal WR.
Meski demikian, Siswanto menyebut jika omongan WR yang membentak-bentak petugas medis tersebut bukanlah sebuah kemarahan, melainkan lebih ke karakter pribadi seseorang.
• VIRAL Anggota DPRD Blora Ngamuk di Cek Kesehatan Sepulang Kunker dari Lombok: Perintah dari Mana?
"Itu bagian dari intonasi yang berbeda, artinya orang punya style yang berbeda-beda," katanya.
"Mungkin Anda sudah terbiasa dengan bahasa yang halus dan agak keras. Tetapi itu bagian dari permintaan, pada intinya Pak WR minta diperiksa di rumah sakit bukan di terminal," kata Siswanto.
Bantah menolak diperiksa, Wakil Ketua pun minta maaf
Siswanto menyampaikan, saat itu sebelum menjalani pemeriksaan medis, rombongan DPRD Blora yang rampung kunjungan kerja ke Lombok dijemput dengan menumpang berbagai armada.
Mulai dari bus, mobil dinas dan mobil pribadi.
"Rombongan banyak, tak dalam satu armada. Kita sengaja berinisiatif untuk jalani pemeriksaan ke terminal. Ada yang diperiksa di terminal, di dalam armada dan sisanya yang belum diinstruksikan periksa ke rumah sakit dan dinas kesehatan," katanya.
"Jadi bukan menolak diperiksa. Kata kuncinya sudah diperiksa dan yang belum kami instruksikan ke rumah sakit atau Dinas Kesehatan," kata Siswanto.
Atas kegaduhan video tersebut, mewakili DPRD Kabupaten Blora, Siswanto pun menyampaikan permintaan maaf.
"Prinsipnya kami senang ada antisipasi dan kami menyambut baik. Minta maaf jika ada hal yang kurang berkenan," pungkas Siswanto. (TribunNewsmaker.com/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anggota DPRD Blora Tidak Membentak-bentak Petugas Medis, tapi Sudah Style-nya Begitu..."
Viral Video Anggota DPRD Blora Tak Mau Tes Kesehatan & Bentak Petugas, 'Kita DPR Bukan Anak Gembala'
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Video para anggota DPRD Blora banjir kecaman.
Sejumlah anggota DPRD Blora terlihat tidak mau dites kesehatan.
Bahkan ada anggota yang membentak dan berkata seperti ini!
Tak mau dites kesehatan hingga ,arah serta bentak-bentak petugas medis, video anggota DPRD Blora jadi viral dan dikecam.
Indonesia kini tengah berusaha menangani penyebaran virus Corona
Pemerintah pun melakukan berbagai cara untuk menekan persebara virus seminimal mungkin.
• Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Corona, Terpapar Sepulang dari Turki, akan Disolasi Selama 14 Hari
• Kisah Petugas Pejuang Corona, Pakai APD Jas Hujan Plastik, Sudah Disumpah, Lawan Rasa Takut Tertular
Masyarakat dihimbau untuk melakukan social distancing dan berada di dalam rumah.
Selain itu, masyarakat yang berada di luar rumah juga dapat melalui cek suhu hingga tes kesehatan.
Nah, baru-baru ini sebah video mengenai anggota DPRD yang tidak mau dites kesehatan menjadi viral.
Diketahui, mereka adalah beberapa anggota DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Para anggota dewan tersebut baru saja tiba dari kunjungan kerja di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Para petugas medis hendak memeriksa kondisi kesehatan mereka terkait pencegahan wabah virus Covid-19.
Insiden itu terjadi pada hari Kamis (19/3/2020) di Terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu anggota dewan berinisial WR bahkan sempat membentak-bentak petugas medis.
"Kamu pejabat enggak? SOP-nya mana? Surat tugasnya mana? Kita DPR bukan anak gembala. Pakai aturan. Pakai undang-undang, " ujarnya dengan nada tinggi.
Sayangnya, aksi WR tersebut justru dibela oleh rekan-rekan WR sesama anggota dewan.
"Perintah dari mana pak ?," sahut anggota DPRD Blora yang lain.
Salah satu anggota dewan tersenut juga sempat menantang petugas medis untuk memeriksa Bupati Blora.
"Njajal Bupatine sesuk prikso (Coba Bupatinya besok periksa)," teriaknya.
Mendengar hal itu, WR pun kembali memanas di hadapan tim medis Dinkes Kabupaten Blora.
"Oh iya saya tanya, jikalau masyarakat dari luar kota masuk ke Blora diperiksa, berarti setiap malam kamu memberhentikan bus luar kota ya? Terus Bupati sekeluarga ke Yogyakarta kamu periksa enggak? Terus Wakil Bupati sekeluarga ke Jakarta kamu periksa enggak?" ujar WR lagi.
Hal itu membuat tim medis Dinkes Kabupaten Blora bingung untuk menjawab dan hanya menundukkan kepala.
Jadi viral di media sosial
Aksi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Blora tersebut pun viral di media sosial setelah videonya diunggah oleh warga.
Salah satunya di akun Facebook "Opini Blora" yang telah ditonton oleh 132 ribu orang hanya dalam hitungan jam dengan respons 3 ribu komentar.
Tampak dalam video amatir berdurasi 2 menit tersebut, terlihat jelas seorang anggota DPRD Kabupaten Blora memarahi petugas medis Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.
"Kita siap diperiksa di mana saja. Enggak ada surat tugasnya, ayo ke rumah sakit," bentaknya.
"Iya Pak," tutur salah seorang tim medis Dinkes Kabupaten Blora.
Namun, saat permintaan tersebut dituruti dan ditunggai di RSUD Cepu, bus pengangkut anggota dewan tidak kunjung datang.
Usai kunker di Lombok 4 hari
Seperti diketahui, tim medis Dinkes Kabupaten Blora menyambut kedatangan para wakil rakyat dengan berupaya melakukan medical check up mengantisipasi tertularnya Covid-19.
Rombongan anggota DPRD Kabupaten Blora tersebut baru saja melakukan kunjungan kerja selama 4 hari, terhitung sejak hari Senin (16/3/2020).
Dari 45 anggota di DPRD Blora, 37 anggota ikut kunjungan kerja ke Lombok. Beberapa di antaranya mengajak istri dan anaknya.
Namun demikian, petugas mengaku telah berhasil memeriksa 14 orang.
"Meski demikian kami sudah memeriksa 14 orang yang datang dari Lombok. Hasilnya aman, suhu tubuh normal.
Untuk yang belum diperiksa, kami akan datangi ke rumahnya masing-masing," kata Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Permukiman (P3PLP) Dinkes Blora, Edi Sucipto.
(Tribunnewsmaker/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Viral Video Anggota DPRD Blora Marah Saat Tes Kesehatan Antisipasi Corona, Minta Bupati Juga Diperiksa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/video-anggota-dprd-blora-tak-mau-tes-kesehatan.jpg)