Breaking News:

Virus Corona

VIRAL Video Master Limbad Gagal Mudik dan Kepergok Polisi, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

Beredar video viral pesulap Master Limbad gagal mudik dan kepergok polisi di Cianjur, ternyata ini fakta sebenarnya!

Editor: Irsan Yamananda
Kolase Instagram/polrescjr via Surya Malang
Master Limbad gagal mudik 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah cuplikan video.

Dalam video tersebut, terlihat pesulap Limbad yang gagal mudik pada tahun ini.

Ia berupaya untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga tercinta.

Sayangnya, aksi itu dilarang oleh Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto.

Dalam video tersebut, sang Master sulap Indonesia merajuk agar diperbolehkan mudik oleh orang nomor satu di Korps Bhayangkara Resor Cianjur itu.

Namun, Juang tetap bergeming.

5 Fakta Kisruh Rumah Tangga Limbad dengan Benazir Endang, 2 Tahun Tak Pulang, Diteror Istri Pertama

Benazir Endang Istri Muda Limbad Menyesal Menikah & Ingin Cerai, Sebut Suaminya 2 Tahun Tak Pulang

Terungkap Alasan Limbad Poligami, Benarkah karena Hamil Duluan? Istri Pertama Obrak-abrik Rumah

"Master boleh makan paku, boleh sekuat linggis,."

"Tapi virus corona jangan main-main."

"Master harus balik."

"Tidak boleh mudik," kata Juang dengan tegas kepada Limbad dan rekan-rekannya di halaman Mapolres Cianjur, Jawa Barat, Senin (6/4/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Nafasnya Terasa Dicabut, Pasien Corona Ini Mengira Kematiannya Tiba, Tapi Takut Amalnya Tidak Cukup

Bukan Bulan Depan! Bill Gates Prediksi Virus Corona Baru Akan Berakhir Tahun Depan, Simak Alasannya

Momen tersebut ternyata bukan kejadian sungguhan.

Dialog antara Limbad dan Juang itu merupakan bagian dari adegan video pendek yang digagas Polres Cianjur dalam rangka kampanye melawan pandemi virus corona.

Dalam video berdurasi 2 menit 8 detik itu, diceritakan Master Limbad dan timnya berniat untuk mudik.

Namun, Kapolres yang mengetahui rencana Limbad itu meminta sang pesulap untuk menunda mudik, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas lagi. 

Pada bagian akhir video, Juang bersama Master Limbad menyampaikan imbauan kepada masyarakat Cianjur untuk menunda mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Sayangi keluarga kita, sayangi saudara kita, sayangi kita semua, semoga kita semua terhindar dari virus corona,” ucap Juang.

Sumbang APD untuk tenaga medis

Selain membuat video imbauan tersebut, Master Limbad bersama Juang menyambangi rumah sakit untuk memberikan dukungan terhadap tenaga medis sebagai garda terdepan dalam perang melawan virus corona.

Pada saat itu, mereka menyerahkan bantuan berupa 20 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, 45 botol hand sanitizer dan 240 kaleng susu murni.

“Termasuk paket sembako yang dibagikan kepada para pengojek dan pedagang kecil yang kita temui di perjalanan tadi,” kata Juang.

DILARANG Keluyuran, Khawatir Bawa Pulang Virus Corona? Ini 4 Cara Steril Covid-19 Sehabis Bepergian

Tengok Kondisi Kuburan Masal Korban Corona, Tak Ada Bunga Tabur, Hanya Terpasang Nisan Sederhana

Deretan Kasus Pasien Positif Corona yang Tanpa Gejala, Suhu Tubuh Normal hingga Cuma Merasa Haus

Menurut Juang, upaya yang dilakukan bersama Limbad ini sebagai implementasi empati terhadap keadaan masyarakat yang sedang terdampak virus corona.

“Senantiasa waspada dengan tetap menjaga jarak sesuai apa yang sudah diinstruksikan. Mari, bersama-sama sebagai warga yang baik untuk mendukung supaya wabah corona ini segera berakhir,” kata Juang. (TribunNewsmaker/ *)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketika Master Limbad Gagal Mudik dan Tepergok Polisi di Cianjur".

Data Terbaru di Jabar, 13 Sembuh dan 29 Orang Meninggal akibat Corona

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (13/12/2018).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (13/12/2018). (KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI)

Sementara itu, jumlah kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 masih meningkat di Jawa Barat.

Dari data yang dihimpun Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) pada Selasa (7/4/2020), pukul 06.43 WIB, jumlah korban meninggal menjadi 29 orang.

Sementara, terdapat 13 orang telah dinyatakan sembuh dari corona.

Saat ini, 263 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Adapun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) meningkat menjadi 23.183 orang dan pasien dalam pengawasan berjumlah 1.174 orang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Jabar, pada Senin sore.

Dalam rapat bersama perwakilan 27 daerah, aparat kepolisian serta TNI itu, ia memaparkan situasi terkini.

POPULER Beli Masker Secara Online, 2 Pembeli Ini Malah Dikirimi Batu Bata, Tertipu Puluhan Juta!

POPULER Dilarang Mudik Lebaran saat Pandemi Corona, PNS yang Nekat Akan Diberi Sanksi Tegas!

POPULER Dulu Bintang Film Narnia, Artis Tampan Ini Pilih Tinggalkan Dunia Hiburan, Begini Nasibnya

Secara umum, menurut Ridwan, penanggulangan Covid-19 dibagi menjadi tiga tahap.

Pertama, dinamika terkait perawatan dan tracing.

Kedua, edukasi dan sosialisasi.

Sementara yang ketiga, dinamika tentang pengamanan ekonomi masyarakat.

Salah satu yang ia soroti yakni masalah tak disiplinnya sejumlah daerah dalam melaporkan hasil rapid test.

Berdasarkan data yang ia terima, dari 60.000 rapid test yang dibagikan, baru 16.000 hasil pemeriksaan yang dilaporkan.

"Target tes kita 100.000 orang. Kita sudah bagikan 60.000 rapid test, tapi laporannya belum disiplin, yang datang balik baru 17.000. Ini mengindikasikan kita harus mengevaluasi. Kita bikin tugas dari provinsi 1-5 orang ASN kerjanya mengejar data, supaya data kita bisa valid," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Menurut Emil, hasil rapid test menjadi landasan penting bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan.

Ia menekankan bahwa hasil rapid test jelas akan jadi kabar buruk bagi Jabar.

Sebab, jumlah kasus akan melonjak seiring banyaknya tes yang dilakukan.

Ia pun berharap laporan hasil rapid test bisa rampung pada pekan ini.

"Kunci dari keberhasilan Jabar adalah pelacakan ini. Maka, semakin banyak kita mengetes, semakin siap kita mendapat berita buruk. Tapi bagi saya lebih baik mendapat berita buruk tapi kita punya tindakan. Kebijakan kita tidak boleh salah langkah. Kita yang harus konsisten, fokus pada pelacakan data," kata Emil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Data Terbaru di Jabar, 13 Sembuh dan 29 Orang Meninggal akibat Corona".

dan telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Video Master Limbad Gagal Mudik dan Kepergok Polisi di Cianjur, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!.

Sumber: Kompas.com
Tags:
virus coronaLimbadCianjurJawa BaratCovid-19mudik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved