Breaking News:

Virus Corona

Sebut Penanganan Corona Indonesia Buruk, Pelatih Timnas: Hanya 10% yang Gunakan Masker di Jalan

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, sebut penanganan corona di Tanah Air buruk.

Editor: Irsan Yamananda
Instagram/ @theafchub
Shin Tae Yong 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan tanggapannya tentang pengalamannya menjalani masa darurat virus corona di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini ia sudahkembali ke Korea Selatan.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pertama kali mengumumkan adanya kasus virus corona atau Covid-19 pada 2 Maret 2020.

Shin Tae-yong baru kembali ke Korea Selatan pada Jumat (3/4/2020).

Artinya, ia merasakan penyebaran Covid-19 di Indonesia selama kurang lebih satu bulan.

Berdasarkan pengamatan Shin selama masih di Indonesia, dia tidak menemukan penanganan serius dari pemerintah.

Kuli Bangunan Positif Corona Bohong Saat Diperiksa, Puluhan Pekerja RSUD Harus Rapid Test 2 Kali

Dokter di Spanyol Ungkap Dugaan Gejala Baru Virus Corona, Jari Kaki Lebam Membiru, Ini Foto-fotonya

UPDATE Corona Nasional 16 April, Tembus 5.516 Kasus, Pasien Meninggal Bertambah 27, Sembuh 102 Orang

Shin Tae Yong
Shin Tae Yong (Instagram/ @theafchub)

Seperti diketahui, sejak adanya pengumuman dari Presiden tersebut, gelaran Liga 1 2020 masih bergulir hingga 14 hari kemudian.

Tak hanya itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, juga masih menghadiri acara yang berisikan puluhan ribu penonton hadir ke stadion secara langsung.

"Indonesia belum sepenuhnya menyelidiki kasus ini sehingga dapat dikatakan ada lebih banyak orang yang terinfeksi," ujar Shin Tae-yong dikutip News Joins.

"Hanya 10 persen yang menggunakan masker di jalan," ujarnya.

Unggahan Facebook Doakan Tenaga Medis kena Corona, Pelaku Akui Pernah Tak Dapat Pelayanan Baik di RS

Kena Dampak Corona Hingga Rugi Rp 5 M, Ini Cara Raffi Ahmad dan Ivan Gunawan Selamatkan Bisnis

Kecewa dengan Pelayanan RS, Pria di Sumbar Ini Tega Doakan Tenaga Medis Kena Corona, Kini Ditangkap

"Pada 14 Maret, pemerintah menghentikan kegiatan sepak bola, termasuk timnas Indonesia," ujarnya.

Shin Tae-yong juga menceritakan aktivitas sepak bola di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 mewabah.

"Sebelum Covid-19 meledak, 70.000 penonton berkumpul di sebuah laga di Jakarta."

"Menteri Pemuda dan Olahraga juga menyaksikan latihan timnas selama 3-4 jam," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved