Breaking News:

Virus Corona

Deretan Fakta Puluhan Tenaga Medis RSUP Kariadi Semarang Positif Corona, Terungkap Kronologinya

Berikut fakta-fakta yang dilansir TribunStyle.com terkait tenaga medis RSUP Kariadi Semarang Positif Corona.

Penulis: Ika Bramasti
Editor: Ika Bramasti
Kolase TribunNewsmaker- Shutterstock dan Freepik
Ilustrasi dokter terinfeksi virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dari hari ke hari, korban dari virus corona kian bertambah.

Bahkan kali ini, terdapat puluhan tenaga medis di Semarang positif terinfeksi virus corona.

Puluhan tenaga medis termasuk dokter RSUP dr Kariadi Semarang positif Covid-19 diduga tertular pasien yang menjalani operasi bedah namun tak teridentifikasi.

Ini diperkuat banyaknya dokter bedah yang positif Covid-19, termasuk peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Berikut fakta-fakta yang dihimpun TribunStyle.com terkait tenaga medis RSUP Kariadi Semarang Positif Corona:

 Dokter Meninggal Gara-gara Pasien Corona Bohong, Putrinya: Jangan Sampai Kematian Ayah Saya Sia-sia!

 Update Virus Corona Nasional 18 April 2020, Bertambah 325 Kasus di 22 Provinsi, Total 6.248 Kasus

1. Kronologi

Ilustrasi dokter yang menangani pasien virus corona
Ilustrasi dokter yang menangani pasien virus corona (nytimes.com)

Dikutip dari Kompas.com, menurut Direktur Utama RSUP Kariadi Semarang, Agus Suryanto, infeksi virus corona terjadi disebabkan tertular dari pasien Covid-19 yang saat itu ditangani para tenaga medis.

Menurut Agus Suryanto, saat itu pasien mengalami keterlambatan identifikasi Covid-19 dan baru terdeteksi setelah pasien dioperasi.

"Kebetulan pasien bedah saraf yang pulang paksa dan ternyata orangtuanya secara pemeriksaan di tempat lain di daerah terjangkit itu positif, jadi identifikasi terlambat," kata Agus kepada awak media, Jumat (17/4/2020).

Sebelumnya, semua tenaga medis yang menangani pasien tersebut sudah melakukan isolasi secara mandiri, namun belum berjalan baik sehingga terjadi penularan teman sejawatnya.

Selain itu, penularan juga terjadi di lokus dokter obstetri pada saat menangani pasien hamil yang hendak melahirkan.

HALAMAN SELANJUTNYA ==================================>

 
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved