Breaking News:

Adamas Belva & Andi Taufan Mundur, Legislator PKB Minta Stafsus Presiden Dibubarkan: Tak Berfaedah

Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas menyarankan agar staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi dibubarkan saja.

Kolase TribunNewsmaker - (Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)
7 Staf Khusus Presiden 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas menyarankan agar staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi dibubarkan saja.

Mulanya pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menyoroti pengunduran diri dua stafsus Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Seperti yang diberitakan, Andi Taufan Garuda Putra memilih mengundurkan diri dari stafsus milenial setelah tersandung konflik kepentingan.

Pendiri PT Amartha Mikro Fintek ini pun memutuskan untuk mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban.

Pengunduran diri Andi Taufan ia sampaikan dalam surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat 24 April 2020.

Sementara itu, Adamas Syah Belva Devara, juga mundur dari staf khusus milenial karena dituding terlibat kartu prakerja.

Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi, Ini Perjalanan Andi Taufan, Tersandung Konflik Kepentingan

Stafsus Milenial Jokowi Tuai Kontroversi & Didesak Mundur, Ini 3 Perusahaan yang Mereka Pimpin

Adamas Belva Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi
Adamas Belva Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi (HUmas BNPB / Rantika)

Melalui akun Instagramnya pada 21 April 2020, Belva menulis surat terbuka panjang dirinya tak lagi mengemban tugas sebagai stasus Presiden.

Istana Negara juga mengumumkan Presiden Jokowi telah menerima surat pengunduran diri dari Belva.

Surat terbuka tersebut diposting setelah banyak pihak menuding Belva rawan konflik kepentingan.

Apalagi, perusahaan Ruangguru menjadi mitra pemerintah dalam memberikan materi di program Kartu Prakerja.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved