Breaking News:

Berawal dari Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Ini Alasan hingga Tanggapan Bupati

Terungkap alasan 109 tenaga medis di Ogan Ilir mogok kerja. Kini akhirnya dipecat. Berikut tanggapan Bupati Ogan Ilir.

Editor: ninda iswara
Kompas.com / AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG
Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tenaga kerja berjumlah 109 orang di Ogan Ilir, Sumatera Selatan akhirnya dipecat.

Semua berawal dari aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para tenaga medis di RSUD Ogan Ilir ini.

Pemecatan 109 tenaga medis ini bahkan sudah ditandatangani oleh Bupati Ogan Ilir.

Para tenaga medis mogok kerja sebagai aksi protes mereka terkait beberapa permasalahan.

Mulai dari ketersediaan alat pelindung diri (APD), insentif hingga gaji.

Manajemen RSUD dan Bupati Ogan Ilir pun angkat bicara terkait tuntutan dari para tenaga medis ini.

Pasien Corona Melonjak Sehari 900 Orang, Dr Tirta Kuatkan Tenaga Medis: Habis-habisan Kita Berkorban

Curhat Pilu Dokter di RS Jakarta, Sebut Minimnya Tenaga Medis, Kerja Keras Tanpa Libur demi Pasien

Petugas medis memeriksa pasien Covid-19 di Rumah Sakit Leishenshan, Wuhan, China. (Sky News)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Petugas medis memeriksa pasien Covid-19 di Rumah Sakit Leishenshan, Wuhan, China. (Sky News) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona di Dunia 28 April: 3,05 Juta Orang Terinfeksi, 919.664 Sembuh, 211.102 Meninggal", https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/28/063500065/update-virus-corona-di-dunia-28-april--3-05-juta-orang-terinfeksi-919.664. Penulis : Dandy Bayu Bramasta Editor : Sari Hardiyanto (Sky News)

Mereka berdalih tuntutan yang disampaikan oleh para tenaga medis ini dianggap mengada-ada.

Kendati ratusan tenaga medis dipecat, mereka menilai tak mempengaruhi pelayanan yang diberikan oleh RSUD Ogan Ilir.

Mereka juga akan melakukan perekrutan tenaga medis baru sebagai gantinya.

Berikut fakta-fakta pemecatan 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir.

Keluhan tenaga medis 

Sebelumnya, sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja.

Beberapa alasan yang mereka sampaikan, di antaranya terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD) minim, ketidakjelasan insentif dari Pemkab, tidak ada rumah singgah bagi tenaga medis yang menangani pasien corona, dan gaji hanya sebesar Rp 750.000 per bulan.

“Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,” terang sumber Kompas.com yang tidak ingin disebut namanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved