Breaking News:

Virus Corona

Kesal Diminta Karantina, Pria Ini Tega Sumpahi Perawat Kena Corona, Kini Terancam 5 Tahun Penjara

Seorang pria bernama Sugiono (25) tega menyumpahi perawat mati karena virus corona baru atau Covid-19.

AFP/ Miranda, freepik.com
Ilustrasi perawat menangis (kiri), virus corona (kanan) 

Sumpahi Tenaga Medis Terinfeksi Corona Karena Dapat Pelayanan Kurang Baik

Kasus serupa juga pernah terjadi di Sumatera Barat.

Seorang pria warga Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat berinisal D alias A asal Sumatera Barat harus berurusan dengan hukum atas apa yang dilakukannya.

Ia membuat status di media sosial Facebook yang bernada negatif.

Pria tersebut mendoakan tenaga medis terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Pelaku mengaku nekat membuat status tersebut lantaran kesal.

Ia pernah mendapat pelayanan yang kurang baik dari salah satu rumah sakit menjadi alasannya.

Hal ini disampaikan Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan yang dihubungi melalui telepon, Kamis (16/4/2020).

"Berdasar pengakuannya, dia dan keluarganya pernah mengalami pelayanan yang kurang baik dari salah satu rumah sakit di sini," ujar Dony.

Langgar UU ITE

“Pelaku telah melanggar tindak pidana UU ITE tentang penyebaran informasi yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik yang menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas sara,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setyawan saat melakukan Video Conference, Rabu (15/4/2020).

Pelaku dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Payakumbuh dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh.

Pelaku berhasil ditangkap polisi pada Senin (13/4/2020) di kediamannya.

“Petugas berhasil menyita satu ponsel merek Vivo Y 53 warna gold.

Sebelum ditangkap pelaku sempat mengelabui petugas dengan mengatakan bahwa akun Facebook istrinya diretas oleh orang lain.

Pelaku juga sempat berfoto dengan petugas dan memposting dokumentasi di Mapolsek Luak pada akun yang sama.

“Petugas menaruh curiga dan tak berapa lama dilakukan penangkapan dan kemudian pelaku mengakui perbuatannya.

Bahwa memposting ujaran kebencian menggunakan akun Facebook istrinya,” tuturnya.

Pelaku melanggar Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat (2) Atau Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 3, UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama 6 Tahun Dan Atau Denda paling banyak Rp1 miliar.

(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengakuan Pria yang Doakan Tenaga Medis Kena Corona di Facebook: Tak Dapat Pelayanan yang Baik dari Rumah Sakit di Payakumbuh Sumbar 
Ikuti kami di
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Talitha Desena
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved