Breaking News:

Virus Kesehatan

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia yang Tertinggi di Asia Tenggara, Penyebabnya karena Komorbid

Di Asia Tenggara, kematian karena virus corona di Indonesia disebut yang tertinggi, salah satu penyebabnya karena komorbid, ini penjelasan lengkapnya.

AFP / Adek Berry
Foto yang diambil pada 6 Mei 2020, menunjukkan penggali kubur membawa peti mati korban virus corona COVID-19 di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta. (AFP/Adek Berry) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM Di Asia Tenggara, kematian karena virus corona di Indonesia disebut yang tertinggi, salah satu penyebabnya karena komorbid, ini penjelasan lengkapnya.

Virus corona mulai diketahui masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020.

Kini Indonesia juga disebut sebagai negara kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah Singapura.

Singapura memiliki pasien positif covid-19 yang terkonfirmasi mencapai 39.850 kasus.

 Termakan Hoaks Media Sosial, Jenazah Positif Corona Diambil Paksa hingga Puskesmas Nyaris Dibakar

 TREN BARU Penularan Corona dari Rumah ke Rumah di Bekasi, Bukan Lagi Lewat Batuk Atau Bersin!

Sedangkan di Indonesia per data Jumat, 12 Juni 2020 mencapai 36.406 kasus.

Meski demikian, angka kematian Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur, di luar China.

Ilustrasi peta penyebaran Covid-19 - Simak update corona di dunia per 16 April 2020, angka kematian di Indonesia tertinggi di wilayah Asia Tenggara.
Ilustrasi peta penyebaran Covid-19 - Simak update corona di dunia per 16 April 2020, angka kematian di Indonesia tertinggi di wilayah Asia Tenggara. (RT Magazine)

Hingga Jumat kemarin, tercatat ada 2.048 kasus kematian akibat virus corona di Indonesia.

Sementara, Singapura yang jumlah kasus infeksinya lebih tinggi, mencatatkan 25 kematian.

Sejumlah pihak menganggap jumlah kematian sebenarnya lebih besar dari yang dilaporkan pemerintah.

Rasio kematian di Indonesia (5,6 persen) di atas rata-rata rasio kematian negara-negara lain di Asia Tenggara di kisaran 2,7 persen.

HALAMAN 2 >>>>>>>>>

Ikuti kami di
Penulis: Asytari Fauziah
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribun Mataram
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved