Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi Perbolehkan 500 TKA China Bekerja di Konawe

Sempat menolak, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi kini izinkan 500 TKA China bekerja di Konawe, berikut alasannya.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengubah sikapnya terkait tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan membangun smelter di daerahnya.

Sebelumnya, Ali dan DPRD Sulawesi Tenggara satu suara menolak kedatangan 500 TKA China yang akan bekerja di Konawe tersebut.

Ali menjelaskan, penolakan itu dilakukan karena bertentangan dengan susana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.

"Setelah saya mengetahui informasi itu, langsung mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga DPRD, Danrem, Kapolda, Imigrasi," ungkap Ali Mazi pada akhir April 2020 seperti dikutip dari Kompas.com.

"Kesimpulannya kita keberatan untuk kebijakan memasukkan kembali 500 TKA asal China,” imbuhnya.

Kini, Ali mengizinkan para pekerja asing itu datang ke Konawe, Sulawesi Tenggara, untuk bekerja.

39 TKA China Masuk ke Indonesia di Tengah Pandemi Corona, Dinas Tenaga Kerja: Izin Tak Lengkap

Deretan Fakta Buronan FBI Russ Medlin: Ditangkap Setelah Bersetubuh dengan 3 Gadis di Bawah Umur

Penduduk Desa di Bolivia Hancurkan 4 Tiang Komunikasi karena Takut Tertular Corona Via Jaringan 5G

Gubernur Sultra Ali Mazi
Gubernur Sultra Ali Mazi (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

Ali beralasan, 500 TKA asal China itu sudah ada izin dari pemerintah pusat.

"Kita pemerintah daerah tidak boleh bertentangan dengan pemerintah pusat," kata Ali saat diwawancarai Kompas TV, Selasa (16/6/2020).

Walau begitu, Ali tetap mewajibkan semua TKA asal China yang masuk ke Sulawesi Tenggara harus menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Mereka harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum boleh bekerja.

UPDATE Virus Corona Dunia 14 Juni 2020: China Turun Peringkat, 7,8 Juta Kasus, 4 Juta Sembuh

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved