Flu Babi Afrika Sebabkan Ratusan Babi di NTT Mati, Disebut Menyebar Jika Konsumsi Babi yang Sakit

Ratusan ekor babi di Kabupaten Sikka, NTT, mati diserang flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Shutterstock
Ilustrasi Babi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM Ratusan ekor babi di Kabupaten Sikka, NTT, mati diserang flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Petugas kehewanan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Elvrida Carvalo, menjelaskan, dari Januari hingga Juni, tercatat 266 babi di daerah itu mati terserang virus ASF. 

Elvrida mengatakan, ratusan babi mati karena terserang virus tersebut baru ada di Flores, Sikka khususnya.

 Hasil Rapid Test Pria NTT Malah Reaktif Hamil, Keluarga Geram Petugas Enggan Akui Penyebab Kesalahan

Sebelumnya, virus ditemukan di daratan Timor, yakni Kupang, Atambua, dan sebagian Kefa. 

Pihaknya menduga ada yang membawa masuk virus ASF itu dari pulau Timor ke Flores. 

Virus bisa melalui daging babi beku, sei, dan babi hidup. 

Ilustrasi virus flu babi Afrika
Ilustrasi virus flu babi Afrika (Kompas.com)

Elvrida meyebut, penyebaran virus ASF di Kabupaten Sikka antara lain di Kecamatan Alok, Alok Timur, Koting, Nita, dan mulai merambat ke Alok Barat. 

Virus juga menyebar di Kecamatan Kangae, Lela, dan Kewapante. 

 Sempat Heboh Penjual Daging Menipu, Ini Cara Bedakan Daging Babi dan Sapi

Petugas mengetahui ratusan babi di Sikka mati karena terserang virus ASF berdasarkan hasil diagnosis dari laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar yang menyatakan positif.

"Itu menyebarnya dari babi yang sakit, dipotong lalu dibagikan untuk dikonsumsi," ungkap Elvrida saat dihubungi, Kamis (2/7/2020).

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Ikuti kami di
Editor: Asytari Fauziah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved