Breaking News:

Fakta Lengkap 4 Siswi Berseragam Sebrangi Sungai Arus Deras, Harus Tunggu 3 Jam hingga Hampir Jatuh

Dalam video itu, terlihat empat siswi susah payah menyeberangi aliran sungai yang deras. Mereka terlihat mengenakan seragam lengkap.

Editor: Asytari Fauziah
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ilustrasi sebrangi sungai 

TRIBUNNEWSMAKER.COM Sebuah video memperlihatkan beberapa siswi di Pulau Seram, Maluku, nekat menyeberangi sungai yang mengalir deras, viral di media sosial pada Jumat (17/7/2020).

Dalam video itu, terlihat empat siswi susah payah menyeberangi aliran sungai yang deras. Mereka terlihat mengenakan seragam lengkap.

Salah satu di antara mereka berhasil menyeberangi sungai tersebut. Setelah meletakkan tasnya di tempat aman, siswi itu kembali membantu tiga teman lainnya.

Mereka pun kembali berusaha menyeberangi sungai. Salah satu siswa terjatuh dan nyaris terseret arus. Beruntung, ia masih bisa berdiri dan menyeberang.

 Pengakuan Wanita Pelempar Alquran di Video Viral, Kesal dengan Penjudi di Depan Rumah, Kini Dibui

Video berdurasi 53 detik itu diunggah akun Facebook Lissa Tanamal di Facebook.

Dalam unggahannya, Lisa menulis, siswa tersebut telah menunggu selama tiga jam agar bisa menyeberang.

Siswi SMPN 16 Seram Bagian Timur

Sejumlah siswa SMP Negeri 16 Seram Bagian Timur, Maluku berusaha menyeberangi derasnya aliran sungai di perbatasan desa Tobo dan desa Batuasa, Kecamatan Werinama demi bisa pergi ke sekolah, Kamis (16/7/2020)
Sejumlah siswa SMP Negeri 16 Seram Bagian Timur, Maluku berusaha menyeberangi derasnya aliran sungai di perbatasan desa Tobo dan desa Batuasa, Kecamatan Werinama demi bisa pergi ke sekolah, Kamis (16/7/2020) (Tangkapan layar)

Berdasarakan penelusuran Kompas.com, video itu diambil di Sungai Ulil, perbatasan antara Desa Tobo dan Desa Batuasa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

Guru SMP Negeri 16 Seram Bagian Timur, Werto Wailissahalong membenarkan empat siswi itu merupakan muridnya.

Video itu diambil pada Kamis (16/7/2020).

“Itu siswa saya, mereka menyeberangi sungai itu kemarin,” kata Werto kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Menurut Werto, siswa di wilayah itu telah mulai bersekolah seperti biasa sejak 13 Juli 2020.

Empat siswa itu, kata dia, berasal dari Desa Tobo. Mereka harus menyeberangi sungai untuk bisa menjangkau sekolah di Desa Batuasa.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved