Breaking News:

10 Tahun Mengamen di Pintu Masuk Jalan Tol, Slamet Akhirnya Bisa Berangkatkan Ibunda Pergi Haji

Siapa yang menyangka seorang pengamen bernama Slamet Effendy di Kabupaten Probolinggo, mampu memberangkatkan ibunya naik haji.

Editor: Asytari Fauziah
AFP/BANDAR ALDANDANI
Kabah. Gambar diambil pada 31 Mei 2019 dari Mecca Royal Hotel Clock Tower. (AFP/BANDAR ALDANDANI) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM Siapa yang menyangka seorang pengamen bernama Slamet Effendy, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, mampu memberangkatkan ibunya naik haji.

Setiap hari selama 10 tahun, Slamet menyisihkan uangnya Rp 20.000 - Rp 25.000 untuk ditabung. 

"Saya nabung 10 tahun. Tiap hari nabung ke ibu Rp 20.000-25.000. Tabungannya disimpan ibu.

Kalau sudah banyak, uang recehan ditukar ke toko," ujar Slamet, dengan bahasa Madura, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

 Tata Cara Lengkap Refund Biaya Haji, Reguler dan Khusus, Serta Pelimpahan Kursi Haji pada Keluarga

"Oleh ibu disimpan di tas kresek dan disimpan di rumah sampai banyak," kata Slamet menambahkan.

Slamet dan ibunya menunjukkan surat pendaftaran haji.
Slamet dan ibunya menunjukkan surat pendaftaran haji. (L. Hidayat for KOMPAS)

Setiap hari Slamet ngamen dari subuh hingga malam di pintu tol keluar Leces Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

 Nasib Tragis Jasad Gadis Kecil yang Tewas di Toren Air, Tiap Hari Ikut Ngamen, Ayah Tiri Kini Hilang

Dia berangkat dengan jalan kaki.

Biasanya Slamet pulang ke rumah saat shalat zuhur dan makang siang.

Pria yang tidak bisa baca tulis ini telah mendaftarkan ibunya berangkat haji pada 2018 lalu.

Kemudian dia mendaftarkan diri Kamis (3/9/2020). 

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved