Breaking News:

Cita-cita Mulia Pengamen Putus Sekolah, 10 Tahun Nabung 20 Ribu Tiap Hari Demi Haji dengan Ibu

Meski hidup dalam keterbatasan, Slamet Effendy (30) memiliki cita-cita mulia untuk memberangkatkan ibunya haji.

AFP/BANDAR ALDANDANI
Kabah. Gambar diambil pada 31 Mei 2019 dari Mecca Royal Hotel Clock Tower. (AFP/BANDAR ALDANDANI) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Meski hidup dalam keterbatasan, Slamet Effendy (30) memiliki cita-cita mulia untuk memberangkatkan ibunya haji.

Setiap harinya, pria yang bekerja sebagai pengamen ini menyisihkan uang Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu untuk sang ibu.

Keinginannya hanya satu, mewujudkan mimpi berangkat haji bersama ibunya.

Pria yatim di Desa Kerpangan, Kecamatan Lecet, Probolinggo sejak kecil memang memiliki impian berhaji bersama ibundanya.

 Ngamen di Pintu Tol & Nabung Setiap Hari Selama 10 Tahun Demi Berangkatkan Ibunya Ibadah Haji

 POPULER Tetap Gelar Ibadah Haji 2020, Arab Saudi Tetap Batasi Kuota Jemaah yang Datang

Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Slamet berupaya mengumpulkan sedikit demi sedikit uang dari hasil mengamen.

Setelah 10 tahun, ia pun bisa mendaftarkan ibunya yang bernama Atmani berhaji.

Ngamen sejak pagi hingga malam, tabung Rp 20.000 per hari

Bagi Slamet, untuk menginjakkan kaki ke Tanah Suci bersama ibundanya bukan hal mudah.

Ayahnya telah lama meninggal karena sakit. Sedangkan sehari-hari Slamet hanya mengandalkan uang dari hasil mengamen.

Akibat kondisi keuangan keluarganya yang terbatas, Slamet terpaksa harus putus sekolah sejak SD.

HALAMAN 2 >>>>>>

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved