Breaking News:

Nenek Ngamuk karena Gas Air Mata Masuk ke Pemukiman: Tak Salah Apa-apa, Aku Tuntut Kalian, Polisi!

Demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jambi pada Selasa (20/10/2020) berlangsung ricuh.

Editor: Asytari Fauziah
TRIBUNNEWS/ IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWSMAKER.COM Demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jambi pada Selasa (20/10/2020) berlangsung ricuh.

Buntutnya, polisi menembakkan gas air mata untuk memukul mundur demonstran dari Gedung DPRD Jambi ke Jalan RE Martadinata.

Namun, ternyata tembakan gas air mata tersebut masuk ke pemukiman hingga berdampak pada warga.

Baca juga: Provokasi Mahasiswa Ada Penyusup dari Polisi yang Bakal Rusuhkan Demo, ASN di Kalsel Ditangkap

Seorang nenek marahi petugas

Roslina warga jalan RE Martadinata, Kota Jambi, marah pada polisi karena gas air mata masuk ke pemukiman saat demonstrasi penolakan omnibus law rusuh, pada Selasa (20/10/2020) sore.
KOMPAS.COM/JAKA HB Roslina warga jalan RE Martadinata, Kota Jambi, marah pada polisi karena gas air mata masuk ke pemukiman saat demonstrasi penolakan omnibus law rusuh, pada Selasa (20/10/2020) sore.

Saat peristiwa itu terjadi beberapa demonstran memang berhasil mundur hingga ke pemukiman.

Namun tak lama usai polisi menembakkan gas air mata, seorang nenek bernama Roslina datang dan memarahi aparat.

Nenek tersebut tak terima lantaran warga pemukiman turut terkena dampak gas air mata.

"Kami ndak terima, kami ndak salah apa-apa terkena gas air mata," teriak nenek Roslina pada polisi.

Nenek itu mengaku ada beberapa orang warga yang terdampak tembakan gas air mata polisi.

"Itu ada orangtua lagi sakit. Aku tuntut kalian, Polisi," kata dia.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved