Breaking News:

Penanganan Covid

Doni Monardo Ungkap Tengah Rancang Satgas Padat Karya yang Anggotanya Kalangan Ibu-ibu

Satgas Padat Karya tersebut akan bertugas di daerah-daerah yang memiliki risiko terpapar covid-19 tinggi

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berbincang dengan redaksi Tribun Network di Jakarta, Senin (7/9/2020). 

Satgas tersebut, kata Doni, akan bertugas di daerah-daerah yang memiliki risiko terpapar covid-19 tinggi.

Terkait pembentukannya, kata Doni, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta TNI untuk membentuk Satgas tersebut.

Satgas tersebut nantinya berisi 50 sampai 100 warga yang dipilih sendiri oleh masyarakat.

Anggota Satgas tersebut nantinya bertugas untuk mengingatkan, menyampaikan pesan, mengajak warga lainnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Namun Doni menekankan Satgas tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atau memaksa warga lainnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: 10 Provinsi Tunjukkan Hasil Baik, Satgas Beri Perhatian Serius Penanganan Covid-19 di 3 Wilayah Ini

Baca juga: PMI Bagikan Ratusan Poster Cara Cuci Tangan & Ditempel di Pondok Pesantren Jateng, Ini Tujuannya!

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Istimewa)

Untuk tugas tersebut, nantinya tiap anggota akan mendapatkan insentif sebesar Rp1 juta.

Namun demikian Doni tidak menjelaskan lebih rinci terkait insentif tersebut diberikan dalam jangka waktu berapa lama dan mekanismenya.

Hal itu diungkapkan Doni saat diskusi virtual Bertajuk "Stigmatisasi Terhadap Penderita Covid-19 dan Tenaga Medis, Bagaimana Mengatasinya?" pada Jumat (23/10/2020).

"60 persen dari mereka yang tergabung dari Satgas ini adalah ibu-ibu. Jadi saya memberikan apresiasi kepada kalangan ibu-ibu di desa dan kelurahan, ternyata mereka lebih dihargai dari Satgas yang berasal dari Satpol PP termasuk juga dari unsur lainnya," kata Doni.

Meski menurut Doni Satgas tersebut belum bekerja optimal karena baru dibentuk, namun Doni yakin apabila pemnentukan Satgas tersebut dapat dilakukan di banyak tempat maka pelanggaran-pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan semakin berkurang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved