Breaking News:

Soal Sikap Emmanuel Macron, Joko Widodo: Indonesia Juga Mengecam Keras Pernyataan Presiden Perancis

"Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa," ujar Jokowi.

Tayang:
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUN NEWS / HERUDIN
Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beberapa waktu terakhir, masyarakat dunia sedang ramai membahas kekerasan dan aksi teror yang terjadi di Perancis.

Sontak, hal tersebut memicu berbagai tanggapan dari figur publik.

Termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, Jokowi juga mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam tayangan konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Video tersebut diunggah pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020.

Baca juga: BUNTUT Presiden Perancis Hina Islam, Arie Untung Meradang, Buang Tas-tas Ratusan Juta Produk Prancis

Baca juga: TAK Peduli Harga, Arie Untung Singkirkan Tas Mewah Istri Berlabel Merk Perancis: Gak Layak di Lemari

Baca juga: Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab lantaran Hina Muslim: Tolak Penghinaan ke Nabi Islam

Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020).
Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020). (AFP/Ludovic MARIN/POOL)

"Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, yang telah memakan korban jiwa," ujar Jokowi.

"Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," tuturnya.

Jokowi mengatakan, pernyataan Macron dapat memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia.

Apalagi saat ini dunia sedang membutuhkan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar."

"Terorisme adalah terorisme," tutur Jokowi.

"Teroris adalah teroris."

"Teroris tidak ada hubungannya dengan agama apa pun," kata dia.

Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Dalam konferensi pers tersebut, Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri, dan sejumlah perwakilan organisasi keagamaan.

Perwakilan yang hadir antara lain dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Lalu, ada juga Konferensi Wali Gereja imIndonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

Setelah itu, turut hadir juga Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin).

Baca juga: POPULER Diimpor dari Perancis, Harga Kain untuk Gaun Pernikahan Nikita Willy Capai Puluhan Juta

Sebelumnya, pernyataan Macron mengenai Islam juga telah memicu kemarahan bagi negara-negara mayoritas Muslim.

Macron menyatakan akan melawan segala bentuk "separatisme Islam" pasca-peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris, awal Oktober.

Paty sebelumnya dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para muridnya di kelas tentang kebebasan berbicara.

Dalam dua bulan terakhir, terdapat sejumlah insiden berdarah setelah Charlie Hebdo menerbitkan kartun tersebut.

Pertama, penyerangan di dekat kantor Charlie Hebdo pada 24 September; serangan terhadap penjaga kemanan di kantor Konsulat Perancis di Jeddah, Arab Saudi.

Lalu, serangan yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020).

Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

Menanggapi hal ini, umat Kristen di Arab mengutuk pernyataan tersebut pada hari Minggu, 25 Oktober 2020.

Umat Kristen yang dimaksud bernama Jalal Chahda.

Jalal merupakan seorang pembawa acara senior dari saluran berita Al Jazeera.

Ia menolak segala bentuk pencelaan terhadap Nabi Muhammad.

"Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Muhammad,” tulisnya di Twitter.

Baca juga: Curhat El Rumi Jadi Anak Maia Estianty & Ahmad Dhani, Pernah Dihina & Dipuja, Ungkap Efek Perceraian

Dia mengunggah tulisan tersebut bersama dengan kaligrafi Nabi Muhammad sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency via Kompas.com, Senin (26/10/2020).

Unggahan tersebut direspons komentar dari rekan Muslimnya dan memuji twit tersebut.

Ghada Owais, presenter Al Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, me-retweet unggahan Chahda.

"Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam,” tulisnya.

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh juga mengungkapkan dukungannya terhadap umat Islam.

"Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya, (berarti) tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," tulis Dababneh di Twitter.

Pengguna Twitter lain, Michael Ayoub, menuliskan bahwa dia sangat membenci orang yang menghina agama orang lain atau menghina utusan-Nya.

"Apa yang terjadi di Perancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab,” tulis Ayoub.

Di Facebook, puluhan umat Kristen mengunggah kaligrafi Nabi Muhammad dengan komentar serupa yang disertai dengan pujian terhadap umat Islam.

Seorang pengacara asal Mesir, Nevin Malak, juga menyerukan untuk menghormati agama lain dengan mengutip sejumlah ayat Alkitab di Twitter. (TribunNewsmaker/ *)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Perancis yang Dinilai Hina Islam".

BACA JUGA : di Tribunnews.com dengan judul Terkait Sikap Emmanuel Macron, Jokowi: Indonesia Juga Mengecam Keras Pernyataan Presiden Perancis.

Sumber: Kompas.com
Tags:
Emmanuel MacronJokowiJoko WidodoPerancis
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved