Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Warga New York Rayakan Kekalahan Donald Trump di Pemilu Amerika Serikat dengan Suka Ria

Orang-orang mengolok-olok putra daerah New York itu dengan ucapan, "Anda dipecat".

Editor: Irsan Yamananda
Kolase TribunNewsmaker - ABC - time.com
Donald Trump 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warga New York bergembira bersama dengan turun ke jalan pada Sabtu (7/11/2020), untuk merayakan kekalahan Donald Trump di pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat) 2020.

Orang-orang mengolok-olok putra daerah New York itu dengan ucapan, "Anda dipecat".

Di Manhattan para warga berteriak dan bertepuk tangan. Beberapa di antaranya mengibarkan bendera dan yang lainnya membunyikan teko dari balkon. Kendaraan juga membunyikan klakson untuk ikut merayakan.

Baca juga: Raih 290 Suara, Joe Biden Akhiri 4 Tahun Kepemimpinan Donald Trump Sebagai Presiden Amerika Serikat

Catherine Griffin menangis gembira di luar bersama satu dari dua anaknya. "Saya senang Trump pergi dari hidup kita, semoga selamanya," katanya kepada AFP.

"Sedikit kenormalan kembali dalam hidup kami, dan anak-anak saya bisa melihat manusia yang layak kembali memegang kendali - itu membuat saya bahagia," kata wanita berusia 47 tahun tersebut merujuk pada Joe Biden.

Ratusan orang lalu berkumpul di luar Trump Tower, dan banyak juga yang mengerubungi Grand Army Plaza Brooklyn.

Baca juga: Joe Biden Menang dengan 290 Suara, Trump: Kita Tahu Fakta Sederhananya, Pilpres AS Belum Berakhir

Mereka kompak menyuarakan "Anda dipecat" atau "Trump dipecat", kalimat yang kerap diucapkan Trump saat tampil sebagai pembawa acara tv The Apprentice.

Ribuan orang lainnya berkumpul di Times Square dan Columbus Circle, di mana demo untuk mengawal integritas penghitungan suara berubah jadi pesta besar.

"Biden akhirnya menang," kata JD Beebe (35) yang bekerja di sebuah perusahaan online.

Baca juga: Ungguli Donald Trump di Pilpres AS, Joe Biden Sebut Belum Punya Deklarasi Kemenangan Tapi Yakin!

"Saya merasa ini momen yang sangat Amerika," katanya, menambahkan bahwa "Saya tahu negara ini terpecah hampir 50/50, tetapi saya masih merasa ini adalah hari yang sangat baik untuk demokrasi."

"Sejujurnya saya menantikan saat-saat tidak harus berada di roller coaster setiap hari tentang hal konyol apa yang akan dikatakan pemimpin kami, atau apa yang akan mereka lakukan pada masyarakat yang tertindas," pungkasnya.

(TribunNewsmaker/ *)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilu AS: Warga New York Rayakan Kekalahan Trump dengan Suka Ria".

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved