Breaking News:

Kronologi Guru Bertindak Rasial di Pemilihan Ketua OSIS, Kepsek: Ngakunya Mau Dishare ke Rohis Saja

Kala itu, TS sedang membahas soal pemilihan ketua OSIS di SMA tempatnya bekerja.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa via Kompas.com
Viral guru SMA di Jakarta Timur bertindak rasial 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang guru SMA Negeri di Jakarta Timur terancam mendapatkan sanksi.

Perlu diketahui, oknum guru berinisial TS tersebut dianggap telah melakukan aksi rasial.

Kini, proses hukum di Kepolisian telah berjalan.

Selain di kepolisian, proses di Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga turut dilakukan.

Usut punya usut, kasus TS ini berawal dari beredarnya tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp.

Kala itu, TS sedang membahas soal pemilihan ketua OSIS di SMA tempatnya bekerja.

Baca juga: POTRET Betapa Repot Guru di Pelosok Panjat-panjat Pohon & Genting Cari Sinyal Demi Mengajar Online

Baca juga: Kejanggalan Kematian Guru Ngaji yang Membusuk di Sumur, Ditutup Beton, Posisi Jasad Terbalik

Baca juga: Detik-detik Suami ART Bunuh Guru Ngaji, Ditendang & Diceburkan ke Sumur Keadaan Hidup, Ini Motifnya

Selembaran berisi percakapan berbau rasis yang dilontarkan seorang guru SMA
Selembaran berisi percakapan berbau rasis yang dilontarkan seorang guru SMA (Istimewa via Kompas)

Mengenai hal ini, sang Kepala Sekolah Dwi Arsono angkat bicara.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika TS yang merupakan guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tengah memberikan materi pelajaran.

"Dia mengaku awalnya niatnya itu adalah menerapkan pelajaran agama Islam tentang kepemimpinan, ini ada di silabus dan itu diperuntukkan untuk di-share kepada anggota (grup WhatsApp) rohis yang berjumlah 44 orang."

"Di-share secara khusus untuk rohis saja," kata Dwi, Selasa (27/10/2020).

Namun, entah kenapa, TS tiba-tiba mengeluarkan pernyataan ajakan tersebut di dalam grup.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Lewat Hutan Demi Mengajar, Medan Sulit, Banyak Hewan

Salah satu anggota grup kemudian menyebar ulah TS.

Berikut kutipan pernyataan TS dalam grup Whatsapp yang tersebar:

"Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita.”

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved