Breaking News:

POPULER JKT48 Kurangi Jumlah Member & Staf karena Imbas Covid-19, Alami Kerugian dan Nyaris Bubar

Melody Laksani umumkan kabar kurang mengenakkan terkait idol grup Indonesia, JKT48.

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
Instagram @jkt48
Idol grup JKT48 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Grup idola asal Indonesia, JKT48 memberikan informasi yang mengejutkan.

Terkena dampak pandemi Covid-19, JKT48 mengalami banyak kerugian.

Bahkan mereka harus membuat sejumlah keputusan agar tetap bisa bertahan.

Kabar ini disampaikan oleh Melody Laksani yang merupakan General Manajer JKT48.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtube JKT48, Melody Laksani membeberkan apa yang sebenarnya terjadi.

Mantan personel JKT48 ini menjelaskan kondisi idol grup yang terimbas pandemi Covid-19.

Baca juga: Ini Sosok Febriola Sinambela Atau Olla JKT48 yang Positif Covid-19, Masih Berusia 15 Tahun

Baca juga: Curi Perhatian, Ini Sosok Zahra Yuriva eks JKT48 yang Ikut MasterChef 7, Sempat Ditantang Menari

JKT48
JKT48 (Instagram @jkt48)

Pandemi Covid-19 membuat JKT48 kehilangan banyak tawaran manggung.

Hal ini lantaran konser musik dan berbagai pertunjukkan masih belum mendapat izin untuk digelar.

Melody Laksani pun terpaksa menyampaikan kabar sedih terkait nasib JKT48.

Berikut sejumlah pernyataan Melody Laksani terkait nasib idol grup JKT48.

1. Program terhenti

Sama seperti yang dikeluhkan para musisi, banyak kegiatan JKT48 yang tak bisa dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini.

Bahkan sejumlah kegiatan sulit dilakukan sejak akhir bulan Maret 2020 lalu.

Hal ini bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang sedang heboh melanda Indonesia.

"Pada hari ini ada sebuah pengumuman penting mengenai JKT48 yang harus disampaikan. Oleh karena efek pandemi Covid-19 di Indonesia, kegiatan JKT48 jadi sangat sulit dijalankan sejak akhir bulan Maret," kata Melody Laksani seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari kanal Youtube JKT48.

Beberapa kegiatan seperti pertunjukan teater hingga hand shake terpaksa dibatalkan.

Tak hanya itu, masih banyak hal yang membuat kegiatan JKT48 terbatas.

"Pertunjukan teater dihentikan, hand shake event dibatalkan dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 sangat terbatas," lanjut Melody Laksani.

Baca juga: Kronologi Flora JKT48 Positif Covid-19, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Begini Kondisinya

2. Kurangi member dan staf

Melody Laksani, General Manajer JKT48
Melody Laksani, General Manajer JKT48 (Instagram @melodylaksani92)

Terkait banyaknya kerugian dan apa yang terjadi dalam tubuh JKT48, pihak manajemen terpaksa mengambil sejumlah keputusan.

Untuk mengatasi kerugian akibat pandemi Covid-19, pihak manajemen JKT48 memutuskan untuk mengurangi jumlah member dan staf.

Keputusan ini diambil agar JKT48 tetap bertahan dan tidak bubar.

Melody Laksani menyebut inilah satu-satunya cara agar grup yang pernah digawanginya tersebut bisa bertahan.

“Setelah berdiskusi terus menerus, hanya ada satu cara JKT48 bisa bertahan. Cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staf JKT48. Agar grup ini tidak bubar, hanya itu satu-satu cara," tutur Melody Laksani.

Selain itu, Melody Laksani juga mengatakan bahwa ada sebuah perubahan besar dalam JKT48.

Mereka akan melakukan restrukturisasi dalam grup tersebut.

"Kami memutuskan untuk melakukan perubahan skala besar atau restrukturisasi dalam grup ini," tambah Melody Laksani.

3. Alami kerugian dan nyaris bubar

Dalam video yang diunggah, Melody Laksani juga tak menampik adanya kerugian akibat pandemi Covid-19.

Akibat kerugian tersebut, JKT48 bahkan nyaris bubar.

Melody Laksani menuturkan bahwa grup idol Indonesia tersebut sangat sulit untuk terus beroperasi.

"Faktanya secara bisnis, grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Sehingga kami ada di posisi sangat sulit untuk terus beroperasi," ujar perempuan berusia 28 tahun ini.

Untuk menangani berbagai permasalahan yang timbul akibat pandemi Covid-19, pihak manajemen dan stakeholder pun terus melakukan diskusi.

Mereka mencari jalan keluar agar idol grup yang berdiri sejak tahun 2011 ini tetap bisa bertahan.

Melody Laksani juga menyayangkan jika JKT48 harus bubar setelah 9 tahun berdiri dan meraih kesuksesan.

"Beberapa bulan terakhir tim manajemen dan stakeholder terus berdiskusi. Apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain untuk JKT48 selain untuk bubar? Apakah JKT48 yang telah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai di sini?" ucap Melody Laksani.

(TribunNewsmaker.com/Ninda)

dan di Tribunnews.com Kena Imbas Covid-19, JKT48 Alami Kerugian hingga Nyaris Bubar, Kurangi Jumlah Anggota dan Staf

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved