Breaking News:

SAAT Joe Biden Banjir Ucapan Selamat, Presiden Iran Bongkar Dosa Besar Donald Trump: Lengser Terhina

Ketika banyak negara memberi ucapan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, Iran justru pilih menanggapi kekalahan Donald Trump.

Editor: galuh palupi
AFP
Warga Amerika Serikat menyaksikan hasil pemilihan presiden (pilpres) 2020 yang sejauh ini belum diketahui pemenangnya dan sangat ketat. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Reaksi Iran tanggapi hasil Amerika Serikat'>Pilpres Amerika Serikat mencuri perhatian dunia.

Ketika banyak negara memberi ucapan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, Iran justru pilih menanggapi kekalahan Donald Trump.

Presiden Iran Hassan Rouhani terang-terangan mengejek Trump dan menyebut kekalahannya sebagai 'karma' atas ambisi menghancurkan Iran.

Donald Trump dan Joe Biden
Donald Trump dan Joe Biden (Milwaukee Journal Sentinel/AFP/MANDEL NGAN)

"Rezim yang memimpikan kehancuran Iran dengan sendirinya dilengserkan secara hina, dan sekarang semua negara - kecuali beberapa yang selalu membuntuti rezim tersebut - melihat keadaan yang berbeda di masa depan," kata Rouhani, Rabu 11 November 2020 dalam rpat kabinet yang disiarkan langsung oleh televisi Iran.

Rouhani juga menggambarkan pemerintahan Trump selayakan "aktor yang menjengkelkan yang mempunyai peran negatif" terkait hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya.

Baca juga: POPULER Bukti Joe Biden Sosok Sederhana, Jam Tangannya Seperempat Harga dari Milik Donald Trump

"Rezim yang akan berakhir dalam hitungan bulan ini tidak tahu banyak tentang hubungan internasional dan didekte oleh ekstremis dalam negeri dan rezim Zionis (Israel)."

Tantangan presiden terpilih AS Joe Biden 'mirip' dengan situasi di Indonesia
Apa yang terjadi jika Trump menolak hengkang dari Gedung Putih?

Pemilu Amerika Serikat dari kacamata orang Indonesia di Negeri Paman Sam

Pada bagian lain, Rouhani menegaskan siapa pun yang menjadi presiden AS tidak akan mengubah kebijakan Iran dan tergantung pada AS apakah akan menempuh jalur diplomasi atau tidak, termasuk apakah AS akan kembali ke perjanjian nuklir antara Iran dan beberapa negara besar lainnya yang diraih pada tahun 2015.

"Ini tergantung mereka. Jika mereka memenuhi tanggungjawab maka mereka bisa memilih jalur baru," kata Rouhani.

Halaman Selanjutnya >

Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved