Breaking News:

Guru Honorer, Dosen hingga Tenaga Kependidikan Non PNS Dapat BLT Rp 1,8 Juta, Apa Sajakah Syaratnya?

Guru honorer, dosen dan tenaga pendidik non PNS akan mendapatkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Rp 1,8 juta, apa saja syaratnya?

Freepik.com
Guru sedang mengajar di kelas (Ilustrasi) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Guru honorer, dosen dan tenaga pendidik non PNS akan mendapatkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Rp 1,8 juta, apa saja syaratnya?

Kabar gembira bagi guru honorer, dosen dan tenaga kependidikan non PNS karena pemerintah akan mengucurkan BLT sejumlah Rp 1,8 juta.

Sebelumnya beberapa BLT juga telah diberikan kepada berbagai elemen masyarakat selama masa pandemi berlangsung.

Salah seorang guru SMPN 3 Waigete yang sedang mengajar, Senin (1/4/2019). Sembilan guru di SMP ini merupakan guru honorer dengan gaji Rp 85.000 per bulan. (KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS)
Salah seorang guru SMPN 3 Waigete yang sedang mengajar, Senin (1/4/2019). Sembilan guru di SMP ini merupakan guru honorer dengan gaji Rp 85.000 per bulan. (KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS) (KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS)

Mulai dari subsidi gaji untuk karyawan swasta hingga bantuan UMKM.

Kali ini, giliran guru honorer dan tenaga pendidik non PNS yang akan mendapatkan BLT.

Lalu apa saja syarat bagi guru honorer, dosen dan tenaga kependidikan non PNS untuk mendapatkan BLT Rp 1,8 juta ini?

Baca juga: KABAR GEMBIRA Guru Honorer & Tenaga Kependidikan Dapat BLT Rp 1,8 Juta, Cek info.gtk.kemdikbud.go.id

Baca juga: BOCORAN Formasi CPNS 2021, Guru Ada 1 Juta Formasi, Simak Persyaratan & Dokumen Wajib

Guru, dosen hingga tenaga kependidikan non PNS atau honorer akan memperoleh bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1,8 juta, asalkan memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) honorer untuk menerima subsidi gaji:

  1. Penerima merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Penerima tak memiliki status Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  3. Penerima memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.
  4. Penerima tidak menerima bantuan subsidi upah atau gaji dari Kementerian Ketenagakerjaan sampai dengan 1 Oktober 2020.
  5. Penerima tidak menerima kartu prakerja sampai dengan 1 Oktober 2020,"

Baca juga: Saldo Rekening Belum Bertambah? Ini Penjelasan Menaker Soal BLT Subsidi Gaji Termin II

Baca juga: Kapan Anak Sekolah Akan Kembali Belajar Tatap Muka? Nadiem Makarim: Mohon Kesabaran

Mendikbud, Nadiem Makarim
Mendikbud, Nadiem Makarim (YouTube Kemendikbud RI)

Hal ini disampaikan Nadiem dalam acara "Peluncuran Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) Bagi Pendidik dan tenaga Kependidikan Non PNS" lewat sistem daring di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Nadiem mengatakan, calon penerima subsidi gaji ini juga harus memenuhi beberapa dokumen persyaratan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bila ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari website resmi info.gtk.kemdikbud.go.id atau pddikti.kemdikbud.go.id.

Halaman Selanjutnya ====>

Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved