Jokowi Tambah Utang Selama Pandemi, Rizal Ramli: Bayar Bunga Saja Harus Ngutang Lagi, Makin Parah

Sontak, kebijakan menarik utang baru dari luar negeri untuk mengatasi corona ini menuai banyak kritikan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Rizal Ramli 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kedutaan Besar Republik Federal Jerman mewakili pemerintahannya telah mengumumkan penandatanganan kesepakatan utang.

Kesepakatan yang dimaksud senilai 550 juta Euro.

Mengenai kesepakatan ini, pemerintah Indonesia pun resmi mengikat pinjaman bilateral yang besarannya setara dengan Rp 9,1 triliun tersebut.

Kini, perjanjian tersebut telah ditandatangani secara terpisah.

Kedua tempat yang digunakan untuk proses tanda tangan yakni kantor Bank Pembangunan Jerman (KFW) di Frankurt, Jerman dan di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Perjanjian tersebut ditandangani dalam rangka Covid-19 Active Response and Expenditure Support atau CARES.

Baca juga: Utang Negara Terus Bertambah Selama Pandemi, Eks Menkeu Rizal Ramli Kritik Jokowi: Makin Parah!

Baca juga: Gibran Rakabuming Kesetrum Tuduhan Tak Adil Soal Kerumunan dari FPI, Putra Jokowi Angkat Bicara

Baca juga: Simulasi Vaksin Corona di Puskesmas Bogor, Jokowi: Kita Siapkan Distribusi ke Seluruh Tanah Air

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang (Shutterstock)

Sontak, kebijakan menarik utang baru dari luar negeri untuk mengatasi corona ini menuai banyak kritikan.

Mengingat beban utang Indonesia saat ini dinilai sudah cukup tinggi.

Kritik dari berbagai figur publik pun mulai berdatangan.

Termasuk dari mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Rizal Ramli.

Baca juga: PUJIAN Gatot Nurmantyo pada Omnibus Law Disentil Rizal Ramli: Piye to, Bukannya Keluarin Syahganda?

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved