Breaking News:

Penanganan Covid

Rumah Sakit Penuh, Petugas Kebingungan Tahu Pasutri Tunanetra di Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Rumah sakit penuh, petugas kesehatan bingung tahu pasutri tunanetra di Tasikmalaya reaktif Covid-19.

Kolase TribunNewsmaker- Shutterstock dan freepik
Covid-19 atau Virus Corona. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM- Pasangan suami istri (pasutri) penyandang tunanetra di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dinyatakan reaktif hasil rapid test.

Keduanya kini masih berada di Puskesmas Ciawi, Tasikmalaya.

Pihak puskesmas kebingungan karena saat akan dirujuk ke RSU SMC Singaparna ternyata ruang isolasi sudah penuh.

Keduanya kini masih berada di ruang UGD Puskesmas.

"Kami kebingungan. Untuk sementara kedua pasangan suami istri ini masih berada di ruang UGD," kata Kepala UPT Puskesmas DTP Ciawi, Asep Rudi, Sabtu (28/11/2020).

Asep menyebutkan, jika pasien menjalani isolasi mandiri sudah tentu harus ada pengawasan yang ketat.

Baca juga: Apa Itu Vaksin Covid-19? Simak Penjelasan Lengkap dari dr Reisa Brotoasmoro Berikut Ini

Baca juga: Kisah Para Pasien OTG Diisolasi 10 Hari di Wisma Atlet, Berjuang Disiplin Melawan Covid-19

Tenaga medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 terhadap warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan rapid test atau tes cepat Covid-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet.
Tenaga medis melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19 terhadap warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan rapid test atau tes cepat Covid-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet. (Tribunnews/Herudin )

Sementara petugas puskesmas terbatas.

"Mau dirujuk ke Wisma Haji pun tidak bisa karena harus ada hasil swab test," ujar Asep, seraya berharap segera ada solusi dari Pemkab Tasikmalaya.

Asep mengatakan, jika pasangan suami istri itu tetap berada di puskesmas berarti puskesmas harus ditutup sementara.

"Ini harus ada penanganan segera. Jika terlalu lama di puskesmas, mau tudak mau puskesmas harus ditutup sementara," ujar Asep.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved