Breaking News:

PERANG Cuitan Mahfud MD & Ridwan Kamil Soal Rizieq, Diimbau Tahan Diri & Selesaikan Internal

Menurut pengamat, hal ini menjadi bukti kurangnya komunikasi antara elit politik pusat dan daerah.

Kolase TribunNewsmaker - KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aksi saling balas cuitan antara Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai tak pas oleh pengamat.

Menurut pengamat, hal ini menjadi bukti kurangnya komunikasi antara elit politik pusat dan daerah.

Baik Ridwan Kamil maupun Mahfud MD diimbau untuk menyelesaikannya secara internal.

Baca juga: Ridwan Kamil Nilai Kerumunan Rizieq Gara-gara Mahfud MD, Menkopolhukam : Siap Saya Tanggung Jawab

Baca juga: Kasus Penggerudukan Rumah Ibu Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab karena Aksi Itu Bukan Idenya

Para pemangku jabatan di level eksekutif, baik di tingkat pusat maupun daerah, diharapkan dapat saling meningkatkan komunikasi dan koordinasi.

Bila terjadi persoalan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, maka sebaiknya persoalan tersebut diselesaikan secara internal. 

Pengamat komunikasi dari Universias Indonesia (UI) Irwansyah menilai, pembagian tugas antara pemerintah pusat dan daerah sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat. 

Menurut dia, aksi saling balas cuitan di media sosial Twitter, antara Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menunjukan bahwa komunikasi di antara keduanya masih kurang maksimal.

"Pandangan saya melihat cuitan baik dari Mahfud MD dan Ridwan Kamil sebenarnya memperlihatkannya rendahnya komunikasi antara pemerintah pusat direpresentasikan oleh Menko Polhukam dan wakil pemerintah pusat di daerah yang direpresentasikan oleh Gubenur (Jawa Barat),” kata Irwansyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

Aksi saling balas itu bermula dari pernyataan Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, usai memberikan keterangan di Mapolda Jawa Barat terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Ridwan, rentetan kekisruhan Rizieq berawal dari pernyataan Mahfud ihwal rencana kepulangan Rizieq ke Tanah Air pada 5 November lalu. 

HALAMAN 2 >>>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved