Breaking News:

Penanganan Covid

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Syarat Lakukan Perjalanan

Syarat melakukan perjalanan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 usai libur natal dan tahun baru.

Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021 banyak masyarakat yang tetap memutuskan untuk bepergian ke luar kota.

Padahal pemerintah sudah kerap kali mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah guna menekan penularan virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan untuk menekan penularan selama masa libur panjang, pemerintah telah mengatur mobilitas penduduk yang berlaku selama 19 Desember sampai dengan 8 Januari 2020.

Hal tersebut bertujuan, agar tren kenaikan kasus Covid-19 setelah masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 dapat dicegah.

"Hal ini mengingat secara umum, terlihat adanya kenaikan tren kasus Covid-19 saat periode libur panjang, ditambah beberapa negara di benua Eropa dan Asia yang menghadapi ancaman second wave (pandemi)," kata Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12/2020).

Peraturan ketat tidak hanya dikeluarkan Indonesia saja.

Baca juga: Lemhannas: Pemerintah Harus Menjamin Bahwa Vaksin Covid-19 Aman dan Bisa Cegah Pemalsuan

Baca juga: Cegah Meningkatnya Kasus Covid-19 Saat Tahun Baru, Jabar Buka Tes Massal Bagi Warga yang Berwisata

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

Melainkan, negara-negara di berbagai belahan dunia pun melakukan hal yang sama.

Karena sebagian besar warga negaranya merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Beberapa negara disebutkan Wiku, seperti di Amerika Serikat (AS) melarang pelaku perjalanan untuk masuk ke negaranya, bagi pelancong yang bukan warga negara AS.

Larangan juga berlaku bagi pelancong yang tidak memiliki visa, maupun yang tidak dilegalkan menurut pemerintah dan dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan ke negara anggota Uni Eropa (European Union), European Free Trade Association, Brazil, China, Iran, dan Inggris.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved