Breaking News:

Daftar 7 Protokol Kesehatan di Banyuwangi, Hari Senin Wajib Libur, Terapkan Denda, Batasi Wisatawan

Berikut daftar 7 protokol kesehatan di Banyuwangi yang bisa ditiru penerapannya.

Editor: ninda iswara
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Suasana berkemah di Bukit Sewu Sambang, Banyuwangi. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Cegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata, Banyuwangi punya 7 aturan dalam penerapan protokol kesehatan yang bisa ditiru pemilik usaha dan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi MY Bramuda melaporkan sejumlah protokol kesehatan yang telah diterapkan di Kabupaten Banyuwangi.

“Banyuwangi sudah pelatihan dan sertifikasi standar operasional prosedur (SOP) new normal bagi seluruh pelaku pariwisata. Sudah diajari bagaimana menangani, pencegahan, dan penanganan dini wisatawan jika ada hal darurat,” kata pria yang akrab disapa Bram itu.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat virtual bersama para Kepala Dinas Pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia yang bertajuk “Rapat Strategi Meraih Kepercayaan Wisman & Wisnus untuk Berkunjung ke Destinasi Pariwisata di Era Adaptasi Baru”, Sabtu (26/12/2020).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Kompas.com rangkum 7 protokol kesehatan di Banyuwangi berdasarkan paparan Bram, Minggu (27/12/2020):

1. Pelatihan dan sertifikasi pelaku usaha pariwisata

Baca juga: Libur Nataru, Pemprov DKI Siap Tindak Kerumunan di Area Publik, Ingatkan Soal Protokol Kesehatan

Baca juga: Banyak Aduan, YLKI Sebut Masih Ada Maskapai yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan di Dalam Pesawat

Pantai Pulau Merah di Banyuwangi
Pantai Pulau Merah di Banyuwangi (SHUTTERSTOCK.com/DENIS MOSKVINOV)

Salah satu protokol kesehatan yang dilakukan Disbudpar dan Pemkab Banyuwangi adalah melakukan pelatihan dan sertifikasi kepada seluruh pelaku pariwisata di sana.

Jika wisatawan mengalami kejadian yang menyangkut Covid-19, Bram mengatakan bahwa para pelaku usaha pariwisata sudah diajari bagaimana komunikasi dengan puskesmas atau RS rujukan terdekat.

“Kami sudah sertifikasi guiding. Hampir 300 kami sertifikasi guiding. Lalu 30 biro perjalanan resmi, dan 250 pengemudi,” ujarnya.

Untuk hotel dan restoran, selain telah lolos sertifikasi dari Pemkab Banyuwangi, mereka juga lolos sertifikasi CHSE.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved