Breaking News:

GOT7 Dalam Diskusi Kontrak dengan JYP Entertainment, Yugyeom Akan Bergabung dengan AOMG?

Sebelumnya Jinyoung GOT7 dikabarkan bergabung dengan agensi aktor, Yugyeom disebut bergabung dengan AOMG, bagaimana nasib GOT7?

Tayang:
Instagram Boyband GOT7
Boyband GOT7 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ahgase alias fans GOT7 sedang harap-harap cemas.

Para member GOT7 tengah dalam pembicaraan kontrak dengan agensi JYP Entertainment.

Kontrak para member GOT7 berakhir pada Januari 2021.

Dikutip dari Allkpop, JYP Entertainment mengatakan masih terus dalam tahap pembicaraan dengan para member.

Mereka melakukan diskusi secara individu.

"Kami masih dalam proses mendiskusikan terkait kontrak dengan berbagai cara.

Kami akan memberi tahu Anda saat kami menyelesaikan posisi kami," kata pihak JYP Entertainment kepada media Newsen pada 6 Januari 2021.

Baca juga: Jinyoung GOT7 Disebut Akan Bergabung dengan Agensi Aktor, Bagaimana Nasibnya di Grup? JYP Buka Suara

Baca juga: Deretan Idol KPop yang Siap Comeback Tahun 2021, Epik High, ITZY hingga (G)I-DLE, Simak Jadwalnya

Boyband GOT7
Boyband GOT7 (Instagram Boyband GOT7)

Sebelumnya beredar kabar, salah satu personilnya, Jinyoung, akan bergabung ke agensi akting, BH Entertainment.

Jinyoung disebut sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan BH Entertainment.

Jinyoung sendiri memang tengah mengembangkan kariernya di dunia akting dan membintangi sejumlah drama Korea.

Misalnya Legend of Blue Sea, School of Magic, He Is Psychometric, Melting Me Softly, dan When My Love Bloom.

Kemudian, Dikutip dari SPOTV News via Allkpop pada 6 Januari 2020, Yugyeom dikabarkan berencana untuk menandatangani kontrak eksklusif dengan label hip-hop AOMG.

Disebutkan juga jika Yugyeom sudah aktif berkomunikasi dengan sejumlah agensi lain sejak tahun lalu.

AOMG sendiri adalah agensi hiphop yang didirikan oleh mantan artis JYP Entertainment, Jay Park.

Fans pun menjadi bertanya-tanya mengenai masa depan GOT7.

Tentu saja fans ingin GOT7 terus bersama.

Namun hal tersebut tentu tidak mudah jika para membernya berada di agensi yang berbeda-beda.

GOT7 sendiri adalah boyband yang debut di tahun 2014.

Terdiri dari JB, Mark, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Bambam dan Yugyeom.

Mereka memiliki banyak lagu-lagu yang hits.

Antara lain Hard Carry, Just Right, If You Do, Never Ever, dan masih banyak lagi.

 Pengaruh Kpop Terhadap Perekonomian Korsel

(G)I-DLE, VICTON dan TREASURE dan T1419
(G)I-DLE, VICTON dan TREASURE dan T1419 (Soompi)

iapa yang tak mengenal Kpop?

Kpop atau Korean Pop adalah berbagai budaya Korea Selatan yang mendunia.

Juga dikenal sebagai Hallyu Wave, Kpop digemari masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Produk seperti musik dan drama mendominasi, banyak budaya lain yang juga jadi sorotan.

Misalnya makanan, make up, skin care, style pakaian, dan masih banyak lagi.

Negara Korea Selatan sendiri memang sangat gencar memanfaatkan industri kreatif.

Drakor The World of Marriage Couple
Drakor The World of Marriage Couple (Koreaboo)

Tidak heran jika Kpop dapat meningkatkan perekonomian negara tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi juga menyampaikan hal tersebut.

Perekonomian Korsel saat ini tidak lagi pada tahap mengandalkan industri manufaktur.

Melainkan sudah masuk ke sektor jasa, industri kreatif, serta digitalisasi.

Hal ini didukung dengan tingginya popularitas budaya pop Korsel.

"Sejak tahun 2000-an korean wave mendunia, dengan k-pop dan k-drama, jadi itu mereka kapitalisasi untuk meningkatkan ekspor dari produk-produk Korsel," ujarnya dalam webinar Core: Kreativitas dan UMKM Ala Korea Selatan, Rabu (14/10/2020).

Strategi K-Brand

Ia menjelaskan, pemerintah Korsel memiliki strategi K Brand dalam pemasaran produk-produk negara tersebut.

Branding dengan istilah 'K' ini dilakukan mulai dari membidik penggemar k-pop dan k-drama, yang memang tengah populer secara global.

Teorinya, lanjut Umar, ketika seseorang sudah tertarik dengan k-pop dan k-drama, maka ia akan berusaha memiliki merchandise atau barang yang berkaitan dengan idolanya, baik itu penyanyi atau yang disebut idol, maupun aktris/aktor dalam drama.

Tak cukup di situ, ketika sudah masuk ke korean wave, maka seseorang tersebut akan tertarik untuk mengenal budaya Korsel lebih jauh, termasuk produk-produk kreatifnya.

Misalnya, seperti baju tradisional Korsel.

Kemudian, seseorang tersebut akan lebih banyak mengenal produk-produk yang merupakan buatan Korsel hingga pada akhirnya berkeinginan untuk memilikinya.

Pemasaran produk ini juga seringkali dijumpai dalam industri k-pop dan k-drama.

"Jadi berikutnya orang tersebut akan merasa dekat (dengan Korsel) dan berkeinginan beli produk-produk dari industri Korsel, misalnya mau beli hp belinya Samsung dan mobil belinya Hyundai," jelas dia.

Strategi yang dilakukan pemerintah Korsel ini dinilai efektif dalam mendorong perekonomian negara tersebut.

Umar bilang, dalam menjalankan strategi K Brand, Korsel melakukan kurasi produk, peningkatan kualitas, dan promosi produk dalam berbagai ajang internasional.

"Jadi semuanya ada istilah 'K', itu jadi branding global yang luar biasa," kata dia.

Hasil dari strategi ini setidaknya tecermin dari kinerja penjualan k-products yang mencapai 52,5 miliar KRW atau sebesar 45,6 juta dollar AS pada tahun 2019.

Selain itu, terjadi peningkatan visibilitas k-products terutama di kawasan Amerika dan Asia.

"Strategi ini memang lebih efektif, dari sisi mindset.

Dan ini adalah sesuatu yang memang di sengaja, di desain oleh Korsel, bukan yang terjadi tanpa sengaja," ujarnya.

Kualitas yang Baik

Di sisi lain, lanjut Umar, ada peranan penting pula dari pada pelaku usaha di Korsel, baik dari tingkat UMKM hingga pengusaha besar.

Di mana produk yang dihasilkan para pelaku usaha memiliki kualitas yang baik, sehingga sangat diterima di pasar global.

Umar mengatakan, pada pelaku usaha Korsel ketika memulai berbisnis memang sudah memikirkan untuk bisa memasarkan produk hingga ke global, bukan hanya lokal.

Oleh sebab itu, kualitas produknya memang dibuat sesuai standar internasional.

"Pikirannya itu selalu dari awal global market.

Menurut saya mindset ini penting, supaya kualitas produknya terus-menerus terjaga sehingga kompetitif di pasar global, bukan hanya lokal," tutup Umar.

(Tribunnewsmaker.com/Talitha/Kompas.com/Yohana Artha Uly)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bagaimana K-Pop dan K-Drama Pengaruhi Ekonomi Korsel?

Tags:
GOT7JYP Entertainmentdrama Korea
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved