Breaking News:

Jadi Pengantin Baru, Wanita Ini Syok, Awalnya Hanya Nikahi 1 Suami, Ternyata Dipaksa Layani 3 Orang

Wanita di Uttar Pradesh, India harus mengalami nasib pilu. Awalnya menikah dengan satu pria, tapi tak disangka harus melayani dua pria lainnya.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wanita di Uttar Pradesh, India harus mengalami nasib pilu. Awalnya menikah dengan satu pria, tapi tak disangka harus melayani dua pria lainnya yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri. Saat hendak melawan wanita ini diancam akan dibakar hidup-hidup.

Ketika seorang wanita memutuskan untuk menikah, tentu dia menginginkan kehidupan yang bahagia bersama suaminya.

Namun, dalam beberapa kasus, pernikahan itu justru menjadi awal dari malapetaka yang dihadapi seorang wanita.

Seperti yang terjadi pada wanita berikut ini.

ilustrasi
ilustrasi (Eva.vn)

Seorang wanita India bernama Munni menikah dengan seorang pria di sebuah desa di distrik Baghpat, negara bagian Uttar Pradesh, India.

Tentu, niat awalnya dia hanya menikahi satu pria yang dikehendakinya.

Namun, setelah pernikahan dilangsungkan, Munni seperti disambar petir.

Melansir Eva.vn, Selasa (5/1/2021), Munni tidak pernah mengira bahwa dia akan dipaksa untuk berhubungan seks dengan dua saudara laki-laki suaminya juga.

"Suamiku dan orangtuanya berkata aku harus berbagi diriku dengan saudara-saudaranya yang lain. Mereka menyuruhku melayani kapan pun mereka mau, siang atau malam.

Baca juga: LAMARAN Romantis Berujung Bencana, Wanita Terjatuh dari Tebing Setinggi 198 Meter Saat Dilamar Pacar

Baca juga: MENANGIS Hampir 2 Dekade Bocah Ini Diculik & Dirudapaksa hingga Lahirkan 2 Anak: Benci Setiap Detik

Saat aku melawan, mereka akan melakukannya, memukuli saya dengan kejam.

Kadang-kadang mereka mengusir saya dari tempat tidur, atau mengoleskan minyak pada saya dan mengancam akan membakar saya hidup-hidup," kata wanita berusia 40 tahun.

Miris, rupanya hal itu banyak dilakukan karena orang di daerah itu kesulitan mencari istri.

Namun, kasus-kasus seperti Munni sangat jarang dilaporkan ke polisi karena anggapan sangat tidak sopan sudah mendarah daging.

Wanita di daerah ini jarang keluar tanpa pendamping, mengalami diskriminasi dan penganiayaan yang mengerikan, hampir tidak ada hak asasi manusia. Dan Munni tidak sendiri.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved