Breaking News:

Bantah Blusukan, Mensos Risma Sebut Hanya Lewat Jalan Berbeda, Hindari Ancaman Dibunuh: Ini Strategi

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini buka suara, ia membantah kegiatannya berkeliling di DKI Jakarta sebagai aksi blusukan.

TRIBUNNEWS.com/TAUFIK ISMAIL
Tri Rismaharini menemui pemulung di Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini buka suara, ia membantah kegiatannya berkeliling di DKI Jakarta sebagai aksi blusukan.

Dikatakan Risma, kegiatannya itu hanya sebatas aktivitas rutin dari rumah dinas menuju kantor.

Risma mengatakan, kebiasaannya sejak menjadi Wali Kota Surabaya melintas melalui jalan yang berbeda-beda setiap hari dari rumah dinas menuju kantor.

Kebiasaan itu lanjut dia, masih dibawa hingga ia menjabat sebagai Mensos berkantor dan tinggal di Jakarta.

"Saya itu jalan ke kantor itu pagi, saya ndak blusukan, coba cek pemulung ketemu di jalan besar kan, saya enggak blusukan, saya hanya lewat dari rumah ke kantor," kata Risma di Bekasi, Jumat (8/1/2021).

Menurut Risma, kebiasaan melintas di jalan berbeda setiap hari dari rumah menuju kantor merupakan strategi yang sengaja dia lakukan.

Sebab, sebagai orang yang memiliki kebijakan, tentu dia memiliki risiko ancaman ketika kebijakan yang dia keluarkan tidak disukai oknum tertentu.

Baca juga: BANTAH Dirinya Pemulung yang Ditemui Risma, Pemilik Toko Poster: Anak Nangis, Di-bully di Medsos

Baca juga: Banjir Kritik, Risma Tak Mau Aksinya Disebut Blusukan : Cuma Lewat Jalan dari Rumah ke Kantor

Gelandangan bernama Nur Saman (69) saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021). Ia merupakan salah satu gelandangan yang sempat ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini saat blusukan.
Gelandangan bernama Nur Saman (69) saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021). Ia merupakan salah satu gelandangan yang sempat ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini saat blusukan. (TribunJakarta.com/Annas Fuqon Hakim)

"Itu memang saya punya stategi khusus, karena sudah sekian kali waktu saya jadi wali kota, saya nutup Dolly, semua saya sering diancam dibunuh, jadi saya harus punya stategi untuk itu," tegasnya.

Namun ketika dia sedang melintas di jalan yang dilalui berbeda-beda, ia kerap menjumpai pemulung atau gelandangan yang kondisinya memprihatinkan.

Sebagai manusia, dia iba melihat orang yang keadaanya kurang beruntung dan hidup serba kekurangan di jalan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved