Breaking News:

BANTAH Dirinya Pemulung yang Ditemui Risma, Pemilik Toko Poster: Anak Nangis, Di-bully di Medsos

Sosok pemulung yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini viral di media sosial. Seorang pemilik toko poster dituding warganet sebagai pemulung itu.

KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Doni BK (59), pemilik toko poster Bung Karno (KIRI) dan Nur Saman (69), sosok gelandangan yang disebut ditemui Menteri Sosial, Tri Rismaharini (KANAN) (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok pemulung yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini viral di media sosial. Seorang pemilik toko poster dituding warganet sebagai pemulung itu. Sang pemilik toko yang bernama Doni akhirnya buka suara dan meluruskan isu yang berembus di Twitter.

Pemilik toko poster dan bingkai Bung Karno di Setiabudi, Jakarta Selatan, Doni BK beserta keluarga mengaku di-bully setelah dirinya dan tokonya viral di media sosial.

Di media sosial, Doni disebut sebagai pemulung yang memiliki toko poster dan bingkai Bung Karno.

Isu tersebut dihembuskan setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan di kawasan jalan protokol Sudirman-Thamrin pada 4 Januari 2021.

Isu tersebut ditulis akun Twitter @Andhy_SP211 dan sudah di-retweet sebanyak 134 kali serta disukai 253 kali.

Doni BK (59), pemilik toko poster Bung Karno yang disebut sebagai gelandangan yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini. Toko poster Bung Karno tersebut berlokasi di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Doni BK (59), pemilik toko poster Bung Karno yang disebut sebagai gelandangan yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini. Toko poster Bung Karno tersebut berlokasi di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Narasi yang dibangun twit dan balasan komentar pada akun @Andhy_SP211 seolah-olah pemulung yang ditemui Risma diatur sedemikian rupa atau di-setting.

“Komen (bully) di media sosial sampai anak nangis. Anak keempat itu di-bully lewat medsos. Kok begitu dibilang, biar laku jualannya. Katanya pencitraan,” kata Doni saat ditemui di tokonya di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, pada Kamis (7/1/2021) siang.

Anaknya dirundung oleh teman-temannya akibat postingan Twitter yang bernada miring.

Anaknya malu karena ayahnya disebut melakukan pencitraan menjadi pemulung dan bertemu Risma. Padahal, pemulung itu orang yang berbeda.

Anak Doni, Deri Setiadi (19) menceritakan bullying yang ia terima. Di lingkaran pertemanannya, ayah Doni menjadi sorotan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved