Breaking News:

Blusukan Tri Rismaharini di Ibu Kota Tuai Kontroversi, Kemensos Beri Pembelaan, Ini Kata Pemprov DKI

Pembelaan Kemensos terkait aksi blusukan Tri Rismaharini yang tuai kontroversi.

TRIBUNNEWS.com/TAUFIK ISMAIL
Tri Rismaharini menemui pemulung di Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) beri pembelaan soal aksi blusukan Tri Rismaharini di ibu kota yang tuai kontroversi. Pemprov DKI beri tanggapan.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) belakangan menjadi sorotan karena aksinya melakukan blusukan di Ibu Kota Jakarta pasca dilantik pada akhir Desember lalu.

Pada hari-hari pertamanya berkantor di Kementerian Sosial (Kemensos), Risma sudah menemui beberapa pemulung dan tunawisma di pusat Kota Jakarta dan menawari mereka sejumlah bantuan, termasuk tempat tinggal.

Aksi ini menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Banyak yang menilai bahwa blusukan yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Surabaya itu hanyalah pencitraan belaka.

Meski demikian, ada juga yang mendukung kegiatan Risma dan menganggap blusukan itu merupakan bentuk keseriusan bekerja.

Tanggapan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Baca juga: Kegiatan Blusukan Tri Rismaharini di Jakarta Tuai Kritik, Rocky Gerung Ingatkan Hati-hati soal Ini

Baca juga: 4 Aksi Blusukan Risma Saat Jadi Wali Kota Surabaya, dari Atur Lalu Lintas hingga Marahi Demonstran

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini habis-habisan melawan Covid-19 di Surabaya (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini habis-habisan melawan Covid-19 di Surabaya (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN) (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)

Ketika dimintai tanggapan tentang aksi blusukan Risma, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran bagaimana bisa Risma menemukan tunawisma di jalan protokol Ibu Kota, Sudirman-Thamrin.

"Saya sendiri sudah hidup di Jakarta sejak umur empat tahun baru dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin," ujar pria yang akrab disapa Ariza tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, jalan protokol tersebut sering dilalui pejabat dan tamu negara sehingga apabila ada tunawisma yang menetap di sana, pasti akan menjadi perbincangan publik jauh-jauh hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved