Breaking News:

Diperpanjang hingga April 2021, Ini Cara Cek Penerima BST Rp 300 Ribu via Login dtks.kemensos.go.id

Inilah cara cek penerima BST Rp 300 ribu lewat situs dtks.kemensos.go.id.

Shutterstock
Ilustrasi uang Bantuan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah cara cek penerima BST Rp 300 ribu lewat situs dtks.kemensos.go.id.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Sosial ( Kemensos) memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak COVID-19 sebesar Rp 300 ribu.

Namun, bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH) ini terfokus kepada masyarakat yang belum menerima bantuan sosial apapun. 

Adapun jadwal penyaluran BST Rp 300 ribu dilakukan selama 4 bulan, mulai Januari hingga April 2021.

Bagi mereka yang dinyatakan sebagai penerima BLT Rp 300 ribu dapat mencairkan melalui PT. POS Indonesia (persero) seluruh Indonesia.

Selain PT. Pos Indonesia (Persero) BST ini bisa dicairkan di Bank Himbara yaitu BNI, Mandiri, BRI khusus yang sudah memiliki rekening Bank tersebut.

Pencairan juga bisa dilakukan melalui ATM, dan Bank himbara terdekat.

Baca juga: Cek Penerima Bansos Rp 300 ribu via Laman dtks.kemensos.go.id, Simak Juga Cara untuk Cairkan Dananya

Baca juga: 3 Bansos Disalurkan di Januari 2021, Gelontorkan Dana Rp 13,93 Triliun, Mensos Risma Beri Penjelasan

Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Tahap VII di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (10/10/2020).
Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Tahap VII di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (10/10/2020). (SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom)

Lalu, bagaimana cara cek penerima BLT Rp 300 ribu di dtks.kemensos.go.id.?

Berikut cara cek penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 300 ribu.

1. Buka laman dtks.kemensos.go.id.

2. Pilih ID Kepesertaan yang diinginkan

3. Masukkan Nomor Kepesertaan dari ID yang dipilih, bisa menggunakan NIK

4. Masukkan Nama yang sesuai dengan ID yang dipilih

5. Masukkan kode yang tertera

6. Klik Cari

7. Muncul keterangan apakah ID yang diinput terdaftar atau tidak di DTKS.

Untuk pencairan yang dilakukan di PT. Pos Indonesia, penerima BST akan mendapatkan surat undangan yang berisi barcode serta informasi dasar penerima bantuan yang dibagikan langsung ke si Penerima BST yang wajib dibawa ke kantor pos terdekat untuk mencairkan bantuan.

Selain membawa undangan pencairan bantuan, si penerima juga wajib membawa E-KTP atau Kartu Keluarga.

Setelah menunjukkan E-KTP atau Kartu Keluarga serta surat undangan pencairan BST, petugas akan men-scan barcode pada surat undangan serta mencocokkan data yang ada di hasil barcode dengan E-KTP atau Kartu Keluarga yang dibawa oleh penerima bantuan, setelah semua datanya sama petugas langsung memberikan uang tunai Rp 300 ribu secara utuh tanpa ada potongan apapun.

Diberitakan sebelumnya, program BST akan diperpanjang sampai tahun depan 2021.

Kementerian Sosial atau Kemensos melalui laman resmi, mengungkapkan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima BST.

“Untuk penerima BST, saya minta dilakukan validasi ulang agar penerimanya tidak orang yang itu-itu saja.

Masih banyak yang membutuhkan,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, Jumat (20/11/2020).

Perpanjangan program BST bertujuan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional sejumlah 10 juta KPM pada 34 provinsi.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk menyalurkan BST sebesar Rp12 triliun.

Selain BST, program bansos pangan program sembako juga diperpanjang untuk 18,8 juta KPM, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp45,12 triliun.

Keputusan memperpanjang ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pandemi COVID-19 ini.

Rincian penyaluran periode 2020

Kemensos telah menyalurkan BST senilai Rp 600.000 per bulan yang disalurkan pada bulan April sampai Juni 2020.

Bantuan ini disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Juru Bicara Kemensos Adhy Karyono mengatakan, bantuan Rp 300.000 disalurkan untuk 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sembilan juta penerima bansos tunai ini bukan merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Penerima BST adalah di luar penerima PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), syaratnya ya peserta tidak boleh menerima PKH dan BPNT," ujar Adhy saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Adhy, peserta yang berhak mendapatkan BST Rp 300.000 per bulan yakni mereka yang memiliki data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bagi mereka yang tidak terdaftar di DTKS juga berhak untuk mendapatkan BST dengan ketentuan khusus.

"Jadi, walaupun ada di luar DTKS tapi sudah sesuai dengan usulan daerah bahwa orang itu sudah terdampak Covid-19 bisa," ujar Adhy.

Syarat mendapatkan bantuan

Calon penerima merupakan masyarakat yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di desa Calon penerima adalah mereka yang kehilangan mata pencaharian di tengah pandemi corona

Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat, seperi PKH, Kartu Sebako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja

Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka dapat mengomunikasikannya ke aparat desa

Jika calon penerima memenuhi syarat, namun tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang bersangkutan tetap mendapat bantuan tanpa membuat KTP lebih dulu.

Namun, penerima harus berdomisili di desa tersebut dan akan dicatat alamat lengkapnya.

Jika penerima sudah terdaftar dan valid.

Maka, bantuan akan diberikan melalui tunai dan non-tunai. Non-tunai diberikan melalui transfer ke rekening bank penerima.

(Surya/ Arum Puspita)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cara Cek Penerima BST Rp 300 RIbu via Login dtks.kemensos.go.id, Diperpanjang hingga April 2021

Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved