Breaking News:

DAFTAR LENGKAP Kegiatan yang Dibatasi Selama PPKM/ PSBB Jawa - Bali 11-25 Januari 2021, Harus Patuh!

nilah sederet kegitan yang dibatasi dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang mulai berlaku hari ini.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Dalam rangka mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali, Pemerintah Kota Semarang memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Satu diantaranya dengan memberlakukan penutupan sembilan ruas jalan mulai 11 - 25 Januari. Sembilan ruas jalan tersebut yaitu Jalan Pemuda dari Mall Paragon -Tugu Muda, Kota Lama dari Simpang Letjen Suprapto - Jembatan Berok, Jalan Pandanaran dari Tugu Muda - Simpanglima, Jalan Gajah Mada dari 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah sederet kegitan yang dibatasi dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang mulai berlaku hari ini.

Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) di Jawa-Bali akan berlaku mulai Senin (11/1/2021) hari ini hingga 25 Januari 2021.

PPKM hampir mirip dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini berlaku, tetapi dengan sejumlah ketentuan baru untuk membatasi aktivitas masyarakat.

PPKM/PSBB akan membatasi sejumlah kegiatan, dari bekerja, beribadah, bersekolah, hingga wisata.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menerbitkan aturan untuk pelaksanakan PSBB Jawa-Bali.

Dalam rangka mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali, Pemerintah Kota Semarang memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Satu diantaranya dengan memberlakukan penutupan sembilan ruas jalan mulai 11 - 25 Januari. Sembilan ruas jalan tersebut yaitu Jalan Pemuda dari Mall Paragon -Tugu Muda, Kota Lama dari Simpang Letjen Suprapto - Jembatan Berok, Jalan Pandanaran dari Tugu Muda - Simpanglima, Jalan Gajah Mada dari Simpanglima-Simpang Kampung Kali, Jalan Pahlawan dari air mancur - Simpanglima, dan Jalan Ahmad Yani dari Simpang RRI - Simpanglima. Kemudian, Jalan Tanjung dari Simpang Imam Bonjol - Simpang Pemuda, Jalan Lamper Tengah Raya, dan Jalan Supriyadi dari Simpang Tlogosari - Brigjen Sudiarto, Jumat (8/1/21). Kawasan Simpanglima dan Kota Lama diberlakukan penutupan mulai pukul 21.00 - 06.00 WIB. Penutupan jalan ini merupakan upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.
Dalam rangka mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali, Pemerintah Kota Semarang memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Satu diantaranya dengan memberlakukan penutupan sembilan ruas jalan mulai 11 - 25 Januari. Sembilan ruas jalan tersebut yaitu Jalan Pemuda dari Mall Paragon -Tugu Muda, Kota Lama dari Simpang Letjen Suprapto - Jembatan Berok, Jalan Pandanaran dari Tugu Muda - Simpanglima, Jalan Gajah Mada dari Simpanglima-Simpang Kampung Kali, Jalan Pahlawan dari air mancur - Simpanglima, dan Jalan Ahmad Yani dari Simpang RRI - Simpanglima. Kemudian, Jalan Tanjung dari Simpang Imam Bonjol - Simpang Pemuda, Jalan Lamper Tengah Raya, dan Jalan Supriyadi dari Simpang Tlogosari - Brigjen Sudiarto, Jumat (8/1/21). Kawasan Simpanglima dan Kota Lama diberlakukan penutupan mulai pukul 21.00 - 06.00 WIB. Penutupan jalan ini merupakan upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Semarang. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Aturan pelaksanaan PSBB Jawa-Bali tersebut salah satunya tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Berdasarkan beleid Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021, aturan teknis PSBB Jawa-Bali tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnivian pada 6 Januari 2021.

Aturan terbaru tentang PSBB ini menginstruksikan kepala daerah di Jawa-Bali untuk memberlakukan pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Berikut sejumlah poin terkait pembatasan kegiatan/PSBB di Jawa-Bali tersebut:

1. Membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved