Breaking News:

Dicap Sebagai Perusahaan Militer Komunis China, Xiaomi Angkat Bicara: 'Kami Tidak Terafiliasi'

Dicap sebagai perusahaan militer milik komunis China oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Xiaomi angkat bicara.

xiaomitoday.com
Xiaomi. 

Dilaporkan Reuters, selain Xiaomi ada delapan perusahaan asal China lain yang masuk ke dalam daftar hitam.

Sebagian besar adalah perusahaan yang bergerak di industri penerbangan, kedirgantaraan, pembuatan kapal, bahan kimia, telekomunikasi, konstruksi, dan infrastruktur.

Undang-undang ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 1999, di mana Departemen Pertahanan AS diminta untuk menyusun daftar perusahaan yang dikontrol dan dimiliki oleh militer China.

Namun undang-undang tersebut tak kunjung diberlakukan, hingga Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang para investor AS berinvestasi dengan perusahaan yang masuk daftar hitam.

Hingga saat ini, Pentagon telah menambahkan total 35 perusahaan yang masuk daftar hitam di bawah undang-undang NDAA baru, termasuk perusahaan minyak asal China CNOOC dan produsen chip SMIC.

Daftar hitam ini berbeda dengan entity list yang menjerat Huawei sejak dua tahun lalu.

Perusahaan yang masuk entity list, dilarang melakukan transaksi apapun, termasuk jual-beli komponen dan software dengan perusahaan asal AS, tanpa persetujuan pemerintah AS.

Sementara undang-undang NDAA hanya mengatur agar perusahaan AS mengalihkan saham-sahamnya dari perusahaan China yang ada dalam daftar.

Pemerintahan Trump yang tinggal menghitung hari, juga menjajaki kemungkinan untuk memblokir perusahaan asal lima negara lainnya, yakni Rusia, Iran, Korea Utara, Kuba, dan Venezuela.

Negara-negara tersebut akan dilarang memasok perangkat telekomunikasi ke AS.

Baca juga: Tuai Kontroversi, WhatsApp Tangguhkan Penghapusan Akun, Disebut Akan Tunda Kebijakan Baru

Baca juga: Menkominfo Panggil WhatsApp & Facebook, Minta Transparan & Taat Hukum Soal Perlindungan Data Pribadi

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved