Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Donald Trump Tak Hadiri Pelantikan & Memilih Pulang ke Rumah

Joe Biden resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memilih pulang ke rumah beberapa jam sebelumnya

Editor: Talitha Desena
Kolase TribunStyle (Evan Vucci/AP via dmarge.com, montredo.com)
Harga jam tangan Joe Biden empat kali lebih murah dibandingkan dengan Donald Trump. 

Pria ini telah menjadi senator di usia 30-an.

Karir politiknya dimulai ketika Richard Nixon masih menjadi Presiden dan Amerika masih mengirim orang ke bulan.

Dalam kisah hidupnya yang panjang, Biden telah mengalami penderitaan dengan kehilangan anggota keluarga, seperti lebih dari kebanyakan Amerika Serikat saat ini yang dilanda pandemi Covid-19.

Para pendukung mengatakan bahwa pengalaman pahitnya itu yang membuat dirinya memiliki empati terhadap negara yang dilanda kesedihan karena menjadi negara nomor 1 terdampak pandemi paling parah di dunia.

Teman-temannya mengatakan kekuatan karakter dan kesopanan Biden adalah yang dibutuhkan Amerika di saat yang luar krisis ini, dan itu yang membantunya menang dari saingannya, capres petahana AS, Donald Trump, yang penuh kontroversi.

Biden pada 1972 telah menjadi senator termuda kelima dalam sejarah AS. Beberapa pekan kemudian tragedi menimpa keluarganya.

Dia kehilangan istrinya Neilia dan putrinya yang berusia satu tahun, Naomi, dalam kecelakaan mobil, yang juga menyebabkan kedua putranya, Hunter dan Beau terluka parah.

Kemampuannya untuk mengatasi tragedi itu sangat dikenal oleh orang Amerika.

Dia bertekad untuk melihat kedua anak laki-lakinya setiap malam, melakukan perjalanan kereta selama 1,5 jam dari Delaware ke Washington DC, pulang-pergi setiap hari untuk mengucapkan selamat malam kepada mereka.

Ketika orang lain mungkin berantakan ketika menghadapinya, Biden menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidupnya, baik saat itu maupun ketika kesehatan yang buruk dan lebih banyak tragedi melanda di kemudian hari dalam hidupnya yang bermasalah.

Dia menderita banyak aneurisma pada 1988, bertahan satu operasi yang berjalan 9 jam untuk menyelamatkan hidupnya.

Kemudian pada 2015 salah satu dari 2 anak laki-laki yang sangat dia cintai, Beau, meninggal karena kanker otak pada usia 46 tahun.

Dia telah mengatakan bagaimana ayahnya sering berkata, "Ukuran seseorang bukanlah seberapa sering dia dirobohkan, tetapi seberapa cepat dia bangun."

Namun, ada juga perasaan fatalisme tentang Biden. Dia dikutip mengatakan bahwa dia percaya bahwa hidup itu saling menyeimbangkan antara penderitaan dan kekayaan orang - "semakin besar dan tinggi, semakin dalam cobaannya".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved