Breaking News:

Ingat Kasus Prank Terpapar Covid-19 di Sulsel? Terdakwa Dituntut 1 Tahun Penjara, Ini Fakta Barunya

Terdakwa kasus prank petugas medis, Anita Rahma Sari (20) menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Watampone, Kabupaten Bone.

TribunNewsmaker.com Kolase/KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T/Freepik
AR (20) gadia belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi franknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sabtu, (9/5/2020). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM -  Terdapat fakta baru terkait kasus prank petugas medis yang mengaku terpapar Covid-19.

Terdakwa kasus prank petugas medis, Anita Rahma Sari (20) menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2021).

Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut, terdakwa dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Diana.

Diana meminta majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 14 dan 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Terdakwa kami tuntut selama satu tahun penjara setelah melewati pemeriksaan saksi dan terdakwa di persidangan,” ujar Diana kepada sejumlah awak media, Jumat (22/1/2021).

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim pada Kamis (28/1/2021).

Anita Rahma Sari kini mendekam di Lapas Kelas II B Bone.

Baca juga: SETAHUN Pandemi Tak Ada yang Positif Covid-19, Suku Baduy Punya 3 Rahasia Penangkalnya Ini

Baca juga: Video Asusila Pasien Covid di Ruang Isolasi Sengaja Direkam Petugas RS Dompu, Pemeran Oknum Polisi

orang terpapar virus corona
orang terpapar virus corona (Pixabay.com)

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bone, Sulawesi Selatan, menetapkan tersangka dalam kasus candaan atau prank di dua rumah sakit Bone. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Bone AKP Mohammad Pahrun melalui pesan singkat pada Rabu (13/5/2020).

"Kami sudah amankan dan sudah ditetapkkan sebagai tersangka sejak semalam," kata Pahrun.

Pelaku adalah seorang gadis belia berinisial AR (20) dan dikenakan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved