Breaking News:

INGAT Hambali Otak Bom Bali Tewaskan 202 Orang? Kabar Baru di Penjara Guantanamo Sungguh Menyedihkan

19 tahun berlalu, begini kabar Hambali otak bom Bali I dan Hotel J.W Marriot. Mendekam di penjara mengerikan ini di Amerika Serikat.

Net
Hambali otak bom Bali I dan Hotel J.W Marriot 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Masih ingat dengan Encep Nurjaman alias Hambali yang menjadi otak bom Bali I dan Hotel JW Marriot? simak begini kabarnya sekarang.

19 tahun berlalu siapa sangka kasus penyelidikan atas peristiwa bom Bali I dan Hotel JW Marriot belum sepenuhnya berakhir.

Bahkan kini nasib Hambali si otak bom Bali I dan Hotel JW Marriot akan segera disidangkan lewat pengadilan militer oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat Pentagon.

Tak banyak yang tahu, ternyata selama ini Hambali cs mendekam dalam penjara yang mengerikan di Amerika Serikat.

Diketahui Hambali bersama dua orang rekannya didakwa terlibat dalam serangan bom pada tahun 2002-2003 tersebut.

Mereka adalah Encep Nurjaman alias Hambali, Muhammad Nazir Bin Lep dan Muhammad Farik Bin Aman.

Baca juga: Filipina Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Jolo, Diduga Salah Satunya Warga Negara Indonesia

Baca juga: Terbongkar, Polisi Peringkus Pencekik Polantas Ternyata Pernah Viral Saat Bom Thamrin, Ini Sosoknya

Karangan bunga untuk korban Bom Bali di Monumen Bom Bali, Kuta, Badung, Sabtu (12/10/2019).
Karangan bunga untuk korban Bom Bali di Monumen Bom Bali, Kuta, Badung, Sabtu (12/10/2019). (KOMPAS.com/ IMAM ROSIDIN)

Hambali diduga merupakan pemimpin dari gerakan Jama'ah Islamiyah, yang merupakan cabang dari Al-Qaeda di Asia Tenggara.

Melansir situs berita wuky.org, media berita dari University of Kentucky, Hambali dan dua tersangka lain sudah hampir 20 tahun berstatus sebagai tersangka.

Mereka ditahan oleh AS sejak 2003 di Thailand, lalu mereka dipindahkan ke kamp militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba, pada tahun 2006.

Ketiganya dituduh merencanakan dan membantu melaksanakan serangan mematikan pengeboman klub malam di Bali tahun 2002 yang membunuh 202 korban.

HALAMAN SELANJUTNYA ================>

Ikuti kami di
Editor: octaviamonalisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved