Breaking News:

Penanganan Covid

Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19, Ini 6 Tips Sederhananya, Cari Hiburan & Kelola Emosi

Berikut enam tips sederhana menjaga kesehatan mental selama pandemi Covid-19.

freepik.com/ rawpixel.com
Ilustrasi kesehatan mental 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Isu kesehatan mental sama pentingnya dengan isu kesehatan fisik.

Setiap orang pasti pernah atau sedang mengalami masalah dengan kesehatan mental.

Staf Pengajar Fakultas Biomedicine, Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) Dina Atrasina Satriawan menjelaskan, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang selama pandemi Covid-19.

Contohnya isolasi, kehilangan pekerjaan, ketakutan akan infeksi Covid-19, maupun duka cita akibat kehilangan teman atau keluarga.

“Faktor-faktor ini tentunya meningkatkan rasa cemas dan stres sehingga dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan jiwa maupun memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya,” kata Dina.

Masalah psikologis yang dapat muncul selama pandemi Covid-19 cukup beragam.

Kondisi isolasi sosial atau kesepian (loneliness) yang timbul akibat karantina, isolasi mandiri, work/school-from-home, maupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dapat menyebabkan gejala depresi, kecemasan, gangguan tidur, gangguan makan, bahkan, keinginan untuk bunuh diri.

Hasil penelitian juga telah menunjukkan bahwa orang yang kehilangan atau berisiko kehilangan pekerjaan akibat pandemi lebih rentan terkena gangguan penggunaan alkohol atau zat.

Baca juga: Sibuk Bolak-balik Lokasi Bencana, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Positif Corona, Staf Tertular

Baca juga: Setahun Pandemi Landa Indonesia, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Apa Rahasianya?

Staf Pengajar Fakultas Biomedicine, Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) Dina Atrasina Satriawan.
Staf Pengajar Fakultas Biomedicine, Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) Dina Atrasina Satriawan. (Dok. i3L)

Tenaga kesehatan di garis depan pandemi Covid-19 juga banyak mengalami kelelahan mental (burnout) serta tekanan psikologis yang akut selama pandemi ini.

Sedangkan infeksi Covid-19 sendiri dapat menyebabkan komplikasi saraf dan mental yang menyebabkan kebingungan (delirium) dan kegelisahan (agitasi) hebat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved