Breaking News:

Kebijakan Siswi di Padang Wajib Berjilbab Tuai Kontroversi, Respon Nadiem Makarim hingga Komnas HAM

Kebijakan siswi di Padang wajib berjilbab tuai kontroversi, Nadiem Makarim hingga Komnas HAM beri tanggapan.

Shutterstock
Ilustrasi jilbab 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nadiem Makarim hingga Komnas HAM ikut buka suara terkait kebijakan semua siswi di SMK Negeri 2 Padang wajib memakai jilbab.

Kewajiban penggunaan jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, menjadi kontroversi. Keharusan memakai kerudung itu tak hanya untuk siswi muslim, tetapi juga untuk mereka yang bukan Islam. 

Kontroversi ini mencuat setelah viralnya video yang memperlihatkan percakapan antara orangtua murid dan pihak sekolah heboh di media sosial,  Jumat (23/1/2021).

Dalam video itu, terdengar orangtua murid tengah menjelaskan bahwa ia dan anaknya merupakan non-muslim, sehingga ia meminta toleransi kepada pihak sekolah untuk tidak menggunakan jilbab.

Namun, pihak sekolah menyebutkan, penggunaan jilbab merupakan kewajiban dan aturan sekolah.

Dengan demikian, menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah kalau ada anak yang tidak mematuhi peraturan sekolah.

Menurut pihak sekolah, pada awal penerimaan masuk sekolah, orangtua dan anak sudah sepakat untuk mematuhi peraturan sekolah.

Baca juga: Anggota DPR Komentari Soal Siswi Non-Muslim yang Dipaksa Pakai Jilbab, Minta Aturan Dicabut

Baca juga: SANKSI Dijatuhkan Kemendikbud pada SMK N 2 Padang setelah Wajibkan Siswi Non-Muslim Berjilbab

Ilustrasi jilbab
Ilustrasi jilbab (Shutterstock)

Dilaporkan orangtua

Akibat kejadian tersebut, EH, orangtua siswi SMKN 2 Padang yang diduga dipaksa memakai jilbab di sekolah, melaporkan kasus yang dialami putrinya ke Komnas HAM serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

EH tidak terima anaknya diminta menggunakan jilbab di sekolah karena keluarganya merupakan non-muslim.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved