Breaking News:

BENARKAH Gelandangan Kebal Covid-19? Kocar-kacir Saat Dites, Banyak yang Positif & Bergejala Corona

Puluhan gelandangan di Kuala Lumpur, Malaysia diamankan dan dites Covid-19. Hasil tes menunjukkan tak sedikit yang positif Covid-19.

aa.com.tr
Ilustrasi pasien corona 

Jutaan warga dunia menyaksikan kengerian penutupan wilayah itu.

Kota Wuhan menjadi mencekam, warga dilarang keluar rumah.

Serambinews.com pun tak luput menghadirkan video eksekutif ‘mencekamnya’ Kota Wuhan ditengah keheningan.

Satu per satu, daerah yang berdekatan di provinsi Hubei mulai terpukul parah dengan penyebaran virus corona yang begitu cepat.

China dan sejumlah pemerintah di seluruh dunia pun ramai-ramai menutup atau me-lockdown negaranya saat virus corona menyebar secara global.

Januari 2021, dunia masih terus dibayang-bayangi virus corona. Namun bagaimana kondisi Kota Wuhan saat ini?

Melansir dari Bangkok Post, Sabtu (23/1/2021), Wuhan saat ini tidak seperti kota hantu yang terkunci tahun lalu.

Aktivitas kota itu sudah berjalan normal kembali.

Kendaraan roda empat sudah memenuhi jalanan dan lalu lintas tampak padat.

Lalu lalang orang tampak memenuhi pedestrian di setiap sudut-sudut kota.

Transportasi umum sudah kembali berjalan, warga sudah bisa mengakses segala fasilitas kota.

"Saya ketakutan tahun lalu tetapi banyak hal telah membaik sejak pandemi telah dikendalikan," kata seorang yang tengah berolah raga tanpa masker itu.

Pria yang berusia 20-an bergabung dengan banyak orang yang tengah berolahraga di bawah indahnya langit di sepanjang Tepi Sungai Yangtze di Wuhan pada Sabtu, (23/1/2021).

‘Hidup sudah normal’

Ingatan tentang cobaan berat Kota Wuhan masih membekas.

Terutama ketika cluster Covid-19 menjadi menyebar di seluruh China, mendorong pengujian massal di Beijing dan menutup semua akses ke China.

Huang Genben (76), menghabiskan 67 hari di rumah sakit untuk melawan virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Ia mengalami batuh darah dan berfikir akan meninggal dunia.

"Ketika saya memejamkan mata di malam hari, saya tidak tahu apakah saya akan membukanya lagi," kata Huang kepada AFP.

Sama seperti warga China lainnya, dia menjadi senang virus corona di China sudah berhasil di kendalikan.

Virus corona telah menewaskan sedikitnya dua juta orang secara global dan terus mengalami penambahan.

Tetapi di China pihak berwenang telah melaporkan kurang dari 5.000 kematian, sebagian besar datang di Wuhan pada awal pandemi.

Wuhan pada hari Sabtu (23/1/2021) merayakan pesta besar, karena wabah itu telah berhasil di kendalikan.

Penari lansia berputar-putar di taman dan kedai-kedai ramai menjual minuman khas China

Namun, Pemerintah China tampaknya telah mendorong narasi propaganda resmi.

Narasi keberhasilan pemerintah dalam menekan angka virus corona di Wuhan terus digaungkan.

Narasi propaganda itu berfokus pada tanggapan dan pemulihan Covid-19 di China yang "heroik".

Beijing tetap tutup mulut mengenai tuduhan atas penyebab penyebaran virus corona di seluruh dunia.

Beijing terus berusaha menutupi hal itu atau enggan disalahkan atas penyebaran wabah, dengan mengklaim berhasil menangani wabah dan ‘negara lain harus mencontohnya’.

Virus corona diyakini telah menyebar dari pasar Wuhan, tempat segalam macam hewan-hewan dijual sebagai menu makanan.

Tetapi otoritas China sangat sedikit merilis informasi tentang asal-usul virus tersebut, memicu seruan negara-negara barat untuk bersikap transparansi.

Peringatan ‘lockdown’ datang dari para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelum memulai penyelidikan asal-usul virus corona.

WHO mengatakan Jumat (22/1/2021), masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apakah pandemi ini dimulai di China.

"Semua hipotesis ada di meja," kata direktur darurat WHO Michael Ryan.

Peringatan setahun ‘lockdown’ itu hampir tidak diakui di China pada Sabtu (23/1/2021) pagi.

Tidak ada pernyataan awal pemerintah yang terlihat dan sedikit pemberitaan di media propaganda China.

Sementara negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, ragu-ragu dengan respons virus corona.

Mereka menyebut, Wuhan yang ditutup sepenuhnya, menjerumuskan ekonominya ke dalam resesi.

Sekarang, aktivitas di Wuhan membuktikan peningkatan yang mengesankan, tetapi beberapa orang mengatakan itu masih belum normal kembali

Xu Jiajun, seorang pedagang kaki lima berusia 58 tahun, mengatakan bahwa keadaan tetap sulit.

"Situasinya tidak bagus. Saya tidak memiliki penghasilan yang stabil seperti sebelumnya. Banyak hal telah berubah," katanya.

(Serambinews.com/Syamsul Azman/Agus Ramadhan)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Gelandangan Sering Disebut Kebal Covid-19, Saat Diamankan Ternyata Banyak Juga yang Bergejala Corona dan Hari Ini Setahun Lalu, Kota Wuhan China Mencekam karena Corona, Seperti Kota Hantu, Ini Kilas Balik

Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved