Breaking News:

Penanganan Covid

Jangan Ragu Vaksin Covid-19, di Hadapan Hukum dan Allah, MUI Keluarkan Fatwa Suci dan Halal

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengajak masyarakat turut mensukseskan program vaksinasi Covid-19.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Sejumlah pejabat menerima suntikan vaksin Covid-19 di antaranya yakni Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna dan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya. Seusai divaksin, mereka menerima Kartu Vaksinasi Covid-19 untuk mendapatkan suntikan dosis kedua setelah dua minggu d 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengajak masyarakat turut mensukseskan program vaksinasi Covid-19.

Ia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif untuk menjadi penerima vaksin virus corona.

MUI ujarnya, sangat bertanggungjawab dalam mengeluarkan fatwa halal dan suci untuk virus Covid-19 Sinovac.

Hal itu disampaikannya dalam webinar Kemenhub RI "Mengapa Perlu Vaksinasi Covid-19", Selasa (26/1/2021).

Dalam mengeluarkan fatwa MUI, tim auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Covid-19 produksi perusahan Sinovac.

Audit lapangan itu telah dilakukan di perusahaan Sinovac di Beijing dan Biofarma di Bandung.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengajak masyarakat turut mensukseskan program vaksinasi Covid-19.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengajak masyarakat turut mensukseskan program vaksinasi Covid-19.

Selain itu sebelum mengeluarkan fatwa halal, pihak fatwa MUI juga menerima dokumen kehalalan dari produsen vaksin Covid-19 Sinovac, Tiongkok, China.

"MUI dihadapan hukum dan Allah serta seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk menyatakan suci dan halal tentang vaksin ini," kata Cholil Nafis.

Cholil menegaskan, MUI tidak sembarangan dan berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa.

"MUI eggak mau masuk neraka gara-gara mengeluarkan fatwa ini. Kami bukan sok-sokan, kami tidak akan mau dipengaruhi dengan cara apapun. Kita ini tidak sembrono dalam berfatwa itu," ungkapnya.

Baca juga: Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 Menggunakan Data dari KPU, Penjadwalan Dibuat Tak Menumpuk

Baca juga: TEKA-TEKI Dokter yang Meninggal Dalam Mobil & Sempat Divaksin Terjawab, Ternyata Punya Penyakit Ini

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved