Breaking News:

Fakta Pulau Lantigiang Diduga Dijual, Dihargai Rp 900 Juta, Bupati Heran, Beri Peringatan ke Camat

Fakta Pulau Lantigiang dijual seharga Rp 900 juta, bupati heran hingga tegur camat.

Dokumentasi Asri/KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Suasana di Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. 

TN Taka Bonerate punya gugusan pulau karang berbentuk cincin atau atoll yang terbesar ketiga di dunia setelah Kwajalein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.

Luas terumbu karang di sana mencapai 220.000 hektar. Hal tersebut membuat tempat ini jadi habitat bagi ratusan jenis ikan dan biota laut lainnya, sehingga TN Taka Bonerate memiliki banyak sekali pesona wisata yang bisa dinikmati.

Baca juga: LANGKA! Hanya di Pulau Ini Anak di Indonesia Punya Mata Biru, Ternyata karena Sindrom Waardenburg

Baca juga: INI SOSOK Wanita Pembeli Pulau Lantigiang Selayar Seharga Rp 900 Juta, Ternyata Seorang Direktur

 

View salah satu spot diving di Taka Bajang Pogo, Taman Nasional Taka Bonerate(Asri/TN Taka Bonerate)

Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh Belanda pada era kolonial. Menurut Humas dan Pusat Data Informasi TN Taka Bonerate bernama Asri, sebelumnya Taka Bonerate dikenal sebagai Kepulauan Macan.

Setelah dinobatkan sebagai kawasan konservasi, barulah Belanda mengubah namanya menjadi Taka Bonerate yang diambil dari bahasa lokal setempat.

“Taka itu karang, Bone itu pasir, dan rate itu atas. Jadi kalau diartikan secara harfiah ‘Hamparan Karang di Atas Pasir’,” kata Asri seperti dikutip dari berita Kompas.com.

Berikut ini beberapa pesona dan aktivitas wisata yang bisa dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke TN Taka Bonerate:

1. Wisata snorkeling dan diving

Dengan potensi terumbu karang yang luas, tentu saja menjadikan TN Taka Bonerate ibarat surga bagi para penyelam.

Berdasarkan catatan Kompas.com, di tahun 2015 saja telah ada 16 titik penyelaman favorit di TN Taka Bonerate untuk wisatawan.

Sementara menurut Asri, seperti dalam berita Kompas.com, titik penyelaman telah bertambah hingga 19 titik yang masing-masing memiliki karakter berbeda-beda.

Titik selam paling favorit masih di sekitar Pulau Tinabo. Selain mudah dijangkau, spot ini juga bisa diselami oleh diver pemula.

Beberapa titik selamnya antara lain Ibel Orange, Acropora Point, Kaldera, Sumur Ikan, Wall Reef, dan Corina Corner.

Panorama Pulau Tinabo dilihat dari atas kapal di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/5/2019). Taman Nasional Taka Bonerate merupakan salah satu taman nasional laut di Indonesia yang memiliki panorama bentang laut dan bawah laut yang indah.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

“Sebenarnya potensi yang terdata sekitar 29-an titik, tapi yang ramai baru 19. Untuk menjaga ekosistem sekaligus memang masih diteliti lebih lanjut,” kata Asri di perayaan Hari Konservasi Nasional (HKAN) 2018 di Bitung, Kamis (30/8/2018).

Beberapa titik penyelaman tersebut di antaranya adalah, di Pulau Tinabo ada Ibel Orange, Acropora Point, dan Corina Corner.

 "Di Latondu ada beberapa spot yang karakternya seperti wall. Cuma penyelam yang punya sertifikasi jenis Advance yang bisa nyelam di sana,” ujar Asri.

Titik-titik penyelaman lainnya terdapat di sekitar resort-resort TN, seperti Resort Tarupa, Jinato, Rajuni Kecil, Passitalu Timur, Passitalu Tengah, dan Latondu.

Di antaranya bernama Spot Bulu Ayam, Pinky Fish, Haemulidae, Kaldera, Uka, Hantu Ceria, Tebing Gantarang, Tabulate, Kolam Gantarang, Lembaran Daun, Jinato Wall Paradise, Taka Malori, Fujiyama.

2. Wisata rekreasi

Jika kamu tak pandai diving atau snorkeling, kamu juga bisa sekadar berwisata rekreasi di TN Taka Bonerate.

Musalnya, menikmati sunrise dan sunset yang sangat cantik. Lalu bermain sampan atau kano, observasi burung, dan jika beruntung bisa juga menonton lumba-lumba beraktivitas.

Pemukiman Suku Bajo yang khas di kawasan TN Taka Bonerate, Sulawesi Selatan.(Asri/PEH Balai TN. Taka Bonerate)

Kamu juga bisa memancing, bermain voli pantai, outbound, berkemah, berjemur di pantai, hingga wisata kuliner.

Salah satu wisata yang selalu ramai adalah di Pulau Tinabo. Menurut Asri, di pulau tak berpenghuni tersebut kamu bisa menemui baby shark atau bayi-bayi hiu. Bahkan ketika baru keluar dari penginapan, kamu bisa bermain bersama baby shark sepuasnya.

3. Wisata budaya

TN Taka Bonerate memiliki tujuh pulau besar yang merupakan pulau berpenduduk secara turun temurun. Penghuninya merupakan Suku Bajo, Suku Bugis, dan Suku Selayar (Buton dan Flores).

Jika kamu tertarik untuk mempelajari budaya dari masing-masing suku tersebut, maka berkunjung ke TN Taka Bonerate adalah pilihan paling tepat.

Hiu-hiu kecil di pinggir pantai Pulau Tinabo yang terletak di Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.(Asri/TN Taka Bonerate)

Peradaban masyarakat ini memiliki daya tarik masing-masing. Dengan kekhasan budaya yang dilingkupi budaya maritim serta nuansa islami yang kental.

Beberapa tradisi yang seringkali menarik wisatawan adalah proses pernikahan Suku Bajo, mandi syafar, dan jejak-jejak peninggalan budaya lainnya.

“Suku Bajo di sini beda dengan Suku Bajo di tempat lain. Tinggalnya buka di kapal tapi di pulau-pulau pasir,” tutur Asri.

Sejak zaman Belanda, kawasan Taka Bonerate sering dikunjungi nelayan dari berbagai daerah karena potensi perikanannya. Begitu pun sebaliknya. Para nelayan Taka Bonerate mengembara ke daerah lain untuk menjual hasil lautnya.

Selain itu, sering diadakan berbagai festival dan perayaan budaya yang digelar oleh suku-suku tersebut dan bisa wisatawan nikmati kala berkunjung ke TN Taka Bonerate.

4. Pendidikan dan penelitian

Dengan biodiversitas yang tinggi, TN Taka Bonerate juga bisa menjadi lokasi melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian khususnya di bidang kelautan perikanan.

Suasana Pulau Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Sulawesi Selatan. Dokumentasi Asri(KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Mulai dari penelitian mengenai ekosistem, biota, dan bentang alam yang khas, semua itu bisa dilakukan di TN Taka Bonerate

Tak itu saja, peneliti dan wisatawan juga bisa ikut membantu melakukan transplantasi karang, penanaman pohon, dan mengikuti wisata edukasi lainnya. (Kompas.com/Nurwahidah/Syifa Nuri Khairunnisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Fakta Pulau Lantigiang Diduga Dijual Rp 900 Juta, Bupati Keheranan hingga Kepala Desa Diperingatkan dan "Ramai Kabar Pulau Lantigiang Dijual, Ini 4 Keindahan Taman Nasional Taka Bonerate"

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved